|
Pantauan Awal September 2010: Kesehatan.
Jayapura, 20 September 2010.
Perhatian terhadap kesehatan di Papua pada awal bulan ini diawali oleh pemberitaan
bahwa kesehatan warga Papua meningkat. Berdasarkan data Diskes Provinsi Papua tahun 2008
derajat kesehatan masyarakat Papua mengalami perubahan ke arah lebih baik mencapai 72 persen.
Hal ini tidak berarti kurang gizi tidak ada sama sekali namun upaya penanggulangannya terus
dilakukan dengan berbagai program penyuluhan (Bintang Papua, 03/09/2010).
Terlepas dari kabar baik ini,
usaha berbagai pihak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus digalang.
Entah berupa pengobatan gratis, realisasi jamkesda, penanggulan HIV/AIDS, perhatian terhadap
ODHA hingga pemberatasan makanan dan minuman kadaluarsa.
Pengobatan Gratis. Warga Pasar Pharaa dapat pengobatan gratis dari PT.Jasa Raharja yang bekerja
sama dengan Kepolisian Polda Papua melalui Rumah Sakit Bhayangkara dan UPTD Terminal Pasar Pharaa
Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura. Animo masyarakat amat tinggi apalagi pengobatannya bersifat gratis (Bintang Papua, 07/09/2010).
Realisasi Jamkesda. Realisasi pelayanan Jamkesda di RSUD Abepura hampir 100 persen.
"Pelayanan Jaminan Kesehatan yang kami berikan kepada masyarakat sejauh ini sudah maksimal
dan tidak ada masalah yang kami temukan baik dari perawat dan dokter maupun terkait sarana dan prasaran penunjang,"
ungkap Direktur RSUD Abepura, drg.Aloysius Giay (Cepos, 07/09/2010).
Penanggulangan HIV. Mubes untuk memerangi HIV akan diprioritaskan pada penyampaian
pesan kepada masyarakat akan bahaya HIV. Bahwasannya HIV menyebar lewat pergaulan bebas.
Demikian pernyataan Bupati Nabire, Naftali Yogi dalam lokakarya kampanye HIV di Tanah Papua
(Suara Perempuan Papua, 02-08 September 2010). Sementara itu, 48 ODHA yang dirawat di Rumah Surya Kasih,
pelayanannya dibantu oleh ibu-ibu dari lima agama yakni Katolik, Islam, Hindu, Budha, dan Kristen Protestan.
Suster Yuli sebagai pelaksana harian Rumah Surya Kasih mengatakan bahwa "di sini setiap ODHA dilayani denga penuh kasih...
tanpa diskriminasi, termasuk ditolak." Hal yang sama dikatakan oleh Br. Agus Adil, OFM, "yang
mereka butuhkan adalah uluran tangan serta dukungan semangat bukannya cacian dan sikap diskriminasi." Rumah Surya
Kasih saat ini menjadi tempat berteduh bagi 48 Orang Dengan HIV/AIDS(Cepos, 09/09/2010).
Pemberantasan makanan dan minuman kadaluarsa. Ribuan barang kadaluarsa dimusnakan. Selain makanan dan minuman,
puluhan botol miras hasil penertiban petugas satpol PP Kabupaten Jayapura dari lokasi yang
tidak memiliki izin usaha pun dimusnakan. Asisten II Sekda, Bambang Widyatmoko, mengungkapkan bahwa, "kesehatan
konsumen dari konsumsi makan dan minum kadaluarsa harus dilindungi karena selama ini hal-hal
ini kurang diperhatikan oleh pelaku usaha. Mereka hanya tahu mencari keuntungan tanpa memperhatikan
keselamatan konsumen," (Cepos, 08/09/2010).
BBPOM temukan 556 mamin kadaluarsa di Jayapura, di sejumlah toko dan kios serta pusat
perbelajaan mulai Base G sampai Waena. Operasi ini dilakukan oleh BBPOM, dinas kesehatan, dan
aparat kepolisian. Sementara para pedagang yang bandel akan dibawa ke pengadilan karena membahayakan konsumen.
Makanan dan minuman kadaluarsa juga ditemukan di Merauke. Masyarakat dihimbau
untuk memperhatikan masa berlaku makanan karena berdampak pada kesehatan (Cepos, 09/09/2010).
|