Sejak 1 Januari 2009 situs ini dikelola secara resmi oleh Ordo Fransiskan Papua melalui Sekretariat Jawatan Keadilan, Perdamaian, dan Keutuhan Ciptaan (SKPKC) sebagai salah satu upaya untuk memaparkan keadaan hak asasi manusia di Papua secara akurat dan berimbang dan menyajikannya kepada masyarakat luas.
Click here for the English Version of this site

 

Berita-berita Terkini

Pantauan Awal September 2010: Kesehatan.

Jayapura, 20 September 2010.  
Perhatian terhadap kesehatan di Papua pada awal bulan ini diawali oleh pemberitaan bahwa kesehatan warga Papua meningkat. Berdasarkan data Diskes Provinsi Papua tahun 2008 derajat kesehatan masyarakat Papua mengalami perubahan ke arah lebih baik mencapai 72 persen. Hal ini tidak berarti kurang gizi tidak ada sama sekali namun upaya penanggulangannya terus dilakukan dengan berbagai program penyuluhan (Bintang Papua, 03/09/2010).
Terlepas dari kabar baik ini, usaha berbagai pihak dalam meningkatkan derajat kesehatan masyarakat terus digalang. Entah berupa pengobatan gratis, realisasi jamkesda, penanggulan HIV/AIDS, perhatian terhadap ODHA hingga pemberatasan makanan dan minuman kadaluarsa.

Pengobatan Gratis. Warga Pasar Pharaa dapat pengobatan gratis dari PT.Jasa Raharja yang bekerja sama dengan Kepolisian Polda Papua melalui Rumah Sakit Bhayangkara dan UPTD Terminal Pasar Pharaa Dinas Perhubungan Kabupaten Jayapura. Animo masyarakat amat tinggi apalagi pengobatannya bersifat gratis (Bintang Papua, 07/09/2010).

Realisasi Jamkesda. Realisasi pelayanan Jamkesda di RSUD Abepura hampir 100 persen. "Pelayanan Jaminan Kesehatan yang kami berikan kepada masyarakat sejauh ini sudah maksimal dan tidak ada masalah yang kami temukan baik dari perawat dan dokter maupun terkait sarana dan prasaran penunjang," ungkap Direktur RSUD Abepura, drg.Aloysius Giay (Cepos, 07/09/2010).

Penanggulangan HIV. Mubes untuk memerangi HIV akan diprioritaskan pada penyampaian pesan kepada masyarakat akan bahaya HIV. Bahwasannya HIV menyebar lewat pergaulan bebas. Demikian pernyataan Bupati Nabire, Naftali Yogi dalam lokakarya kampanye HIV di Tanah Papua (Suara Perempuan Papua, 02-08 September 2010). Sementara itu, 48 ODHA yang dirawat di Rumah Surya Kasih, pelayanannya dibantu oleh ibu-ibu dari lima agama yakni Katolik, Islam, Hindu, Budha, dan Kristen Protestan. Suster Yuli sebagai pelaksana harian Rumah Surya Kasih mengatakan bahwa "di sini setiap ODHA dilayani denga penuh kasih... tanpa diskriminasi, termasuk ditolak." Hal yang sama dikatakan oleh Br. Agus Adil, OFM, "yang mereka butuhkan adalah uluran tangan serta dukungan semangat bukannya cacian dan sikap diskriminasi." Rumah Surya Kasih saat ini menjadi tempat berteduh bagi 48 Orang Dengan HIV/AIDS(Cepos, 09/09/2010).

Pemberantasan makanan dan minuman kadaluarsa. Ribuan barang kadaluarsa dimusnakan. Selain makanan dan minuman, puluhan botol miras hasil penertiban petugas satpol PP Kabupaten Jayapura dari lokasi yang tidak memiliki izin usaha pun dimusnakan. Asisten II Sekda, Bambang Widyatmoko, mengungkapkan bahwa, "kesehatan konsumen dari konsumsi makan dan minum kadaluarsa harus dilindungi karena selama ini hal-hal ini kurang diperhatikan oleh pelaku usaha. Mereka hanya tahu mencari keuntungan tanpa memperhatikan keselamatan konsumen," (Cepos, 08/09/2010). BBPOM temukan 556 mamin kadaluarsa di Jayapura, di sejumlah toko dan kios serta pusat perbelajaan mulai Base G sampai Waena. Operasi ini dilakukan oleh BBPOM, dinas kesehatan, dan aparat kepolisian. Sementara para pedagang yang bandel akan dibawa ke pengadilan karena membahayakan konsumen. Makanan dan minuman kadaluarsa juga ditemukan di Merauke. Masyarakat dihimbau untuk memperhatikan masa berlaku makanan karena berdampak pada kesehatan (Cepos, 09/09/2010).

 




© 2004 - 2010 Copyright SKPKC Fransiskan Papua - Indonesia