|
SKPKC Fransiskan Papua Gelar Pelatihan Video Untuk
Perubahan
Sentani, 21 Juli 2011.
EngageMedia, JPIC MSC
Indonesia dan Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan
(SKPKC) Fransiskan Papua menggelar pelatihan video perubahan bagi para
pemuda dan mahasiswa yang aktif dalam gerakan perubahan untuk Papua.
Kegiatan ini berlangsung selama enam hari (11-16 Juli 2011) bertempat
di Kantor SKPKC Fransiskan Papua, Sentani.
Koordinator pelatihan, Br. Edy Rosariyanto OFM mengatakan bahwa tujuan
digelarnya pelatihan ini adalah agar peserta mampu memahami dasar-dasar
pengambilan gambar, membuat cerita video dan mengedit video. Tentu saja
melalui kegiatan ini, para peserta juga dilatih untuk lebih peka
terhadap realitas sosial yang terjadi dan mampu mengidentifikasinya
serta mengangkatnya menjadi ide film advokasi. Selain itu, peserta juga
diarahkan untuk mampu mengembangkan jaringan dengan teman-teman lain
dalam rangka membangun kerja sama untuk melakukan perubahan sosial di
tengah masyarakat.
Sementara itu, Edward Kurong selaku peserta yang mengikuti kegiatan ini
mengatakan bahwa dirinya sebelumnya tidak mengetahui cara mengambil
gambar dan mengedit video, tetapi melalui kegiatan ini dirinya mengenal
peralatan pembuatan video advokasi dan mampu menggunakannya. Ia
berharap agar kegiatan ini dapat dilaksanakan pada waktu mendatang agar
peserta lebih mahir membuat video advokasi. “Pelatihan ini harus dibuat
lagi supaya kami tahu dengan lebih baik lagi cara buat film-film
advokasi,” tegas Edward. Hal senada diungkapkan oleh Martha Langowuyo
yang mengatakan bahwa dirinya sebelumnya tidak memahami cara
menggunakan kamera dan mengedit video, tetapi melalui kegiatan ini
dirinya telah mampu menggunakan kamera dan mengedit video. Ia berharap
ke depan pelatihan ini dilanjutkan lagi sehingga peserta mampu
menghasilkan video advokasi untuk perubahan di Papua.
Dalam pelatihan ini peserta mampu menghasilkan tiga video singkat
dengan durasi masing-masing dua menit. Ketiga video yang dihasilkan
dalam kegiatan ini meliputi ajakan untuk berhenti mabuk, membuang
pinang pada tempatnya dan ajakan untuk menjaga lingkungan dengan cara
tidak merusak hutan gunung Cyclops sebagai sumber air.
Para peserta yang mengikuti
pelatihan ini berharap agar SKPKC
Fransiskan Papua, JPIC MSC Indonesia dan EngageMedia memberikan lagi
pelatihan ini dengan materi untuk tingkat lanjutan.
Selain itu, tim pelatih dan peserta sepakat untuk di masa datang
membuat video tentang kondisi hak asasi manusia Papua sehingga dapat
dijadikan bahan untuk hari hak asasi manusia (10 Desember 2011).
Kegiatan ini diikuti oleh kelompok pendamping mama-mama pasar (SOLPAP).
Kelompok ini sejak 2009 mendampingi advokasi mama-mama untuk pasar
bersama SKPKC Fransiskan Papua. Kelompok korban kekerasan hak asasi
manusia (BUK). Kelompok ini telah terlibat advokasi untuk korban
pelanggaran HAM sejak 2008. Kelompok mahasiswa (DEHALING) Uncen.
Kelompok ini berdiri sejak 2008 dan terlibat juga untuk kerja-kerja
advokasi bidang lingkungan dan juga sosial. Jaringan perempuan.
Kelompok ini memberikan perhatian pada advokasi untuk perempuan.
Kegiatan ini juga diikuti oleh beberapa saudara muda Fransiskan Papua.
|