|
|
| Berita dan Laporan Terkini:
|
|
Mama-Mama Pedagang Asli Papua Tagih Janji Pembangunan Pasar: DPR Papaua Gelar Rapat Pansus
Jayapura, 9 Juni 2009, Setelah sekian lama vakum dan sibuk berkampanye ke basis masing-masing dalam rangka pemilihan calon anggota legislatif untuk periode berikut, pada hari Rabu (3/6) Pansus Pembangunan Pasar Modern Bagi Mama-Mama Pedagang Asli Papua menggelar rapat dengan pihak Pemprov Papua, yakni dengan SKPD (Satuan Kerja Perangkat Daerah) yang terkait dengan pembangunan pasar.
Diakhir masa bakti anggota Pansus pembangunan pasar yang tinggal beberapa bulan lagi dan perasaan dikhianati oleh eksekutif, Pansus segera bereaksi dengan memanggil pihak eksekutif untuk menanyakan alokasi anggaran bagi pembangunan pasar yang tidak dilakukan, padahal sudah disetujui bersama antara legeslatif dan eksekutif. Walau terkesan lambat dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap angggaran yang telah diusulkan saat sidang pembahasan APBD TH 2009, pada bulan Desember 2008, namun upaya ini patut didukung.
( berita
selengkapnya) |
Yan Ayomi , Ketua Pansus Pasar DPR Papua
|
|
Mama-Mama Pedagang Asli Papua Tagih Janji Pemerintah Bangun Pasar: Tim Lobi SOLPAP Gelar Pertemuan dan Konferensi Pers
Jayapura, 6 Juni 2009, Pertemuan berlangsung di Kantor Keuskupan Jayapura, pada Jumat, 29 Mei 2009.
Direktur SKP Keuskupan Jayapura selaku Koordinator Tim Lobi SOLPAP mengatakan pertemuan kali ini bertujuan menyikapi kesimpangsiuran pembangunan pasar bagi Mama-Mama Pedagang Asli Papua yang berjualan di Kota Jayapura. "Pokok permasalahan sekarang, ada pihak yang mengatakan anggaran pembangunan pasar bagi Mama-Mama telah dialokasikan, tetapi ada juga pihak yang mengatakan tidak dianggarkan bahkan tidak ada uang. Berkaitan dengan soal ini, apa yang harus kita lakukan?
( berita
selengkapnya) |
Mientje Roembiak, Pokja Perempuan MRP
|
|
Pemprov Belum Tepati Janji Bangun Pasar bagi Mama-Mama Pedagang Asli Papua (MPAP) : Tim SOLPAP Gelar Rapat Koordinasi Advokasi
Jayapura, 30 Mei 2009,Mama-Mama Pedagang Asli Papua (MPAP) telah lama berjuang untuk mendapatkan pasar di Kota Jayapura, tetapi usaha dan perjuangan belum menemui titik terang, karena hingga saat ini Pansus Pasar DPRP yang telah terbentuk sejak 23 September 2008 belum melaksanakan tugasnya secara maksimal. .( berita
selengkapnya)
|
Yusthea Waromi, perwakilan MPAP
|
|
Pemberdayaan kelompok Basis : Pelatihan CO
Jayapura, 30 Mei 2009,Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura melaksanakan pelatihan pengorganisasian kelompok basis. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 11-13 Mei 2009 diikuti oleh staf SKP, relawan SKP, dan beberapa kelompok basis, di antaranya Komunitas Bersatu untuk Kebenaran (BUK), Perwakilan Mama-Mama Pedagang Asli Papua (MPAP), dan Perwakilan Ojek Abepura.
.( berita
selengkapnya)
|
Roem Topatimasangi, fasilitator pertemuan
|
|
Analisis Triwulan papua : Papua Aktual No.15
Jayapura, 30 Mei 2009,Sesuai
dengan visinya untuk memberikan informasi yang tepat dan aktual kepada
khalayak ramai, SKP Jayapura kembali menerbitkan Seri Papua Aktual No.
15 yang merangkum situasi HAM di Papua selama Julil-September 2008. Tulisan
ini merangkum berbagai kejadian penting di Tanah Papua baik di bidang
hak- hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya.( laporan selengkapnya)
|
Seri Papua Aktual No. 15
|
|
Memoria Passionis 2006: Buku SKP Terbaru
Jayapura, 30 Mei 2009, Jayapura, 13 Mei 2009. Buku ini merupakan Seri Memoria Passionis No. 19 sebagai bagian dari rangkaian terbitan tahunan SKP tentang situasi politik dan HAM di Papua sejak terbitan pertama tahun 1999. Buku ini merekam kehidupan nyata harian rakyat Papua di berbagai tempat di Tanah Papua selama 2006. Isinya mencakup dimensi hak-hak sipil dan politik serta hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya seperti dirumuskan dalam dua kovenan PBB tentang daftar hak-hak tersebut. Dimensi hak hidup orang Papua; dinamika pertahanan dan keamanan yang menjadi unsur amat kuat dalam kebijakan pembangunan Papua; berbagai konflik di Papua dan usaha-usaha menanganinya, Buku ini dapat dibeli di toko buku Gramedia Jayapura.
( pemesanan )
|
Buku SKP Terbaru
|
|
Sidang Kasus Makar Buchtar Tabuni: Tahap Pemeriksaan Saksi
Jayapura, 25 Maret 2009, Setelah menjalani empat kali tahap pemeriksaan, kali ini Buchtar Tabuni menjalani pemeriksaan tahap ke lima. Buchtar Tabuni dibawa oleh mobil kejaksaan dan digiring oleh dua truk Polisi menuju Pengadilan Negeri Abepura dari arah Jayapura pada tanggal 25 Maret 2009 sekitar pukul 09.00 WP. Seperti sidang-sidang sebelumnya, pihak polisi melakukan pengawalan ketat. Pihak keamanan terdiri dari kesatuan Samapta, Reskrim (Polresta, Polsek Abepura), dan Brimobda Papua ( termasuk tim gegana) dengan menggunakan senjata lengkap. Tepat pukul 10.30 sidang dibuka oleh Majelis Hakim yang diketuai oleh Manungku Prasetyo, SH dengan hakim anggota masing-masing Lucky Rombot Kalalo, SH dan Hotnar Simarmata, SH. Sebelum memulai sidang Buchtar Tabuni ditanyai tentang kesehatannya. Sidang dapat dilaksanakan karena Buchtar Tabuni dalam keadaan sehat ketika ditanyai. Sidang dilanjutkan dengan menanyakan keterangan saksi-saksi
( berita
selengkapnya)
|
Buchtar Tabuni,
terdakwa kasus makar
|
|
"Melindungi Hak Hidup Orang Papua": SKP se-Papua Gelar Raker Tahunan
Jayapura, 1-4 Maret 2009 Forum Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) se-Papua yang terdiri dari SKP Keuskupan Agung Merauke, SKP Jayapura, SKP Manokwari-Sorong, SKP Keuskupan Agats dan SKP Keuskupan Timika melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Tahunan VII di Sentani. Raker kali ini mengambil tema umum "Melindungi Hak Hidup Orang Papua". Peserta yang hadir dalam raker ini berasal dari kelima SKP, narasumber dan para mitra Raker berlangsung selama empat hari ditambah sehari untuk rekreasi. Hari pertama diisi dengan 1) laporan koordinator SKP se-Papua, 2) laporan program restrukturisasi SKP se-Papua, 3) rangkuman fasilitator dan 4) laporan konsultan program restrukturisasi. Pada hari kedua dilanjutkan dengan 1) berbagi pengalaman kerja, tantangan dan pergumulan SKP-SKP dalam karya dan 3) paparan materi nara sumber. Hari ketiga, 1) laporan masing-masing SKP dan 2) pembagian kelompok diskusi. Pada hari keempat dilakukan presentasi dari setiap kelompok kerja dan penyusunan rencana kegiatan bersama SKP se-Papua 2009. Hari terakhir diisi dengan rekreasi bersama di Pantai Amai-Depapre untuk menikmati indahnya alam dan bergembira ria bersama.
( berita
selengkapnya)
|
P.Dicky Ogi MSC,
Koordinator SKP Papua
|
|
"Terimakasih
Br. Budi ofm, Selamat Berkarya Br. Rudolf ofm"
Jayapura, 12 Januari 2009 Kantor
Sekretariat Keadilan dan
Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura melakukan serah terima jabatan
Direktur SKP di Ruang Rapat Kantor Keuskupan Jayapura. Serah terima
jabatan dilakukan dari Direktur lama, Br. J. Budi Hernawan ofm kepada
Direktur baru,
Br. Rudolf Kambayong ofm.
Acara ini dihadiri oleh Badan
Pendiri (BP) SKP, Uskup Jayapura, Mgr. Dr. Leo Laba Ladjar ofm dan
Kustos Kustodi Fransiskus Duta Damai Papua, Pastor Gabriel Ngga ofm
serta Delegat Keuskupan untuk SKP, Bapak Erhardus Desa. Selain itu
hadir pula undangan dari KPKC Sinode Kingmi, Pdt. Dr. Beny Giay,
Sekretaris Eksekutif FOKER LSM Papua, Septer Manufandu, Ketua Kontras
Papua, Harry Maturbongs, Koordinator Bersatu Untuk Kebenaran (BUK),
Peneas Lokbere, dan Ibu Miriam Ambolon dari DPRP serta seluruh staf
SKP. ( berita
selengkapnya)
|
Br.
Rudolf
OFM, Direktur SKP baru
|
|
290 Pasien
Mendapatkan Pengobatan di Distrik Kwiyawage, Kabupaten Lanny Jaya
Jayapura, 25 November 2008 Selama
tiga hari (17-19 Nopember 2008),
tim SKP-Keuskupan Jayapura yang
terdiri dari dr. Isye Ayomi, Sr. Wanda, Br. Agus A dan Br. Edy R
mendapat kesempatan untuk melayani 290 pasien di Distrik Kwiyawage. Tim
SKP merencanakan akan tinggal satu minggu di Kwiyawage sejak jumat, 14
Nopember 2008 namun karena kesulitan transportasi maka waktu yang
tersedia hanya tersisa 3 hari, sementara itu kegiatan pengobatan hanya
bisa dilakukan dalam 2 hari (18-19 November 2008). Kegiatan pengobatan
di Kwiyawage dilaksanakan bersama-sama dengan seorang mantri (Bpk
Timoty), seorang bidan (Mama Pina) dan dua kader kesehatan dari Distrik
Kwiyawage. Waktu pengobatan masyarakat berlangsung dari pagi sampai
sore pada 18 Nopember sedangkan 19 Nopember 2008 waktu pelayanan sangat
singkat (hanya 2 jam) karena pesawat Caravan milik MAF segera tiba di
Kwiyawage dari Pogapa menuju Wamena. ( berita
selengkapnya)
|
Wajah
Perempuan Kwiyawage
|
|
Olah Kompos
dan Daur Ulang Kertas
Jayapura, 3 November 2008 Sekitar
50 orang muda Katolik di Paroki Sang Penebus-Sentani bersama dengan Tim
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura
menyelenggarakan kegiatan aksi olah sampah pada 11 Oktober 2008.
Kegiatan aksi olah sampah juga dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober
2008 di Paroki Santo Fransiskus Asisi-APO yang diikuti sekitar 12
orang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan alasan untuk meningkatkan
kepedulian kaum muda terhadap masalah sampah yang terus meningkat di
lingkungan sekitar kita dan untuk memperingati Pesta St. Fransiskus
yang jatuh tanggal 4 Oktober. Oksi olah sampah meliputi dua kegiatan
yaitu pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan pengolahan
sampah kertas menjadi kertas daur ulang. ( berita
selengkapnya
)
|
Br.
Edy, Koordinator Unit Ekopastoral SKP
|
|
"Kami
Mama-Mama Asli Papua Butuh
Pasar yang Layak di Tengah Kota"
Jayapura, 17 Oktober 2008 Sekitar
lima ratusan mama-mama pedagang asli Papua yang selama ini berjualan di
depan Galael, Ampera dan pasar pagi Paldam serta sejumlah mahasiswa
Uncen dan simpatisan melakukan demo damai ke Kantor Wali Kota Jayapura
(10/10). Sebelum berangkat ke Kantor Wali Kota massa berkumpul di Taman
Imbi Jayapura sejak pk. 07.30 WP dan melakukan orasi-orasi. ( berita selengkapnya
)
|
Walikota
Jayapura M.R. Kambu
|
|
Eks Pengungsi
di Batom memprihatinkan
Jayapura, 10 Oktober 2008 Tim
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura yang
terdiri atas Sdri. Rosa Moiwend, Sdr. Herman Katmo, Sdr. Petrus Supardi
OFM, dan Tim Medis Rumah Sakit Dian Harapan Waena, dr. Bony, Mantri
Frans dan Mantri Yulius melakukan kunjungan dan pengobatan selama 4-9
Oktober 2008 di Distrik Batom. Turut mendampingi tim ini ialah Pastor
Hilarius Pekey Pr, Pastor Paroki Oklip. Kunjungan kali ini merupakan
kunjungan SKP yang kedua, sebelumnya pernah dilakukan kunjungan dan
pengobatan pada 16-21 Mei 2007. ( berita
selengkapnya
)
|
Anak-anak
eks pengungsi di Batom
|
|
Merayakan hari
damai? Mari Goyang
regae!
Jayapura, 24 September 2008. Begitulah
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Jayapura merayakan hari
Damai Se-Dunia 21 September dengan menggelar pentas musik regae di
halaman Bikda, Jl. Percetakan, Jayapura, (20/9), yang dihentakkan oleh
sembilan grup band. Dalam kerjasama dengan Komunitas Rasta Kribo Papua
dan FOKER LSM Papua, SKP menggelar pentas musik yang menghipnotis
ratusan orang muda untuk mengekspresikan diri dalam tari, lagu, mob,
dan puisi dengan tema "Papua Tanpa Penyiksaan, Menuju Papua Baru Penuh
Damai". ( berita
selengkapnya )
|
Papua
Bebas dari Penyiksaan
|
|
Mama-mama
Papua tuntut Pasar
Jayapura, 20 September 2008. Sekitar
seratus orang mama-mama pedagang asli Papua yang didampingi oleh
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura dan
didukung sekitar 50 orang mahasiswa di Jayapura mengadakan aksi demo
damai ke kantor DPR Papua pada Kamis (18/9) yang lalu. Pengunjung rasa
menuntut pembangunan pasar bagi mama-mama Papua yang sudah dijanjikan
oleh Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua sejak 2004. ( berita selengkapnya
)
|
Yuliana
Pigai berorasi
|
|
Dewan Adat
Papua Tuntut Pengungkapan
Kasus Pembunuhan Opinus Tabuni
Jayapura, 19 September 2008. Dewan
Adat Papua menggelar demo damai (17/9) ke Kantor Dewan Perwakilan
Rakyat Papua yang diikuti ribuan massa yang dipimpin langsung oleh
Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yaboisembut didampingi oleh Ketua
Dewan Adat Lembah Balim, Lemok Mabel, Kepala Pemerintahan Adat, Fadal
Al Hamid, dan Sekretaris DAP, Leo Imbiri. Selain itu, turut mendampingi
Pimpinan DAP adalah penasihat hukum kasus penembakan di Sinapup, Wamena
antara lain Iwan Niode, SH dan Latifah Anum Siregar SH, dan juga
Sekjend Presidium Dewan Adat Papua, Thaha Alhamid, beserta ibu. ( berita selengkapnya
)
|
Salah
seorang pendemo berorasi
|
|
173 orang
meninggal di Kabupaten
Dogiyai
Jayapura, 30 Juli 2008. 173
orang meninggal di Lembah Kamuu, Kabupaten Dogiyai, dan di Distrik
Obano, Kabupaten Paniai akibat muntaber dan kolera sejak April 2008.
Demikian siaran pers oleh Pdt. Benny Giay dari Biro Keadilan dan
Perdamaian Sinode KINGMI, Br. J. Budi Hernawan OFM dari SKP Keuskupan
Jayapura, Fr. Saul Wanimbo dari SKP Keuskupan Timika, dan Pdt. Dora
Balubun dari KPKC Sinode GKI di Tanah Papua yang digelar dalam jumpa
pers di Kantor Keuskupan Jayapura pada 28 Juli 2008 yang lalu. ( berita selengkapnya
)
|
Pdt.
Benny Giay
|
|
Lanjutan
Latihan Pembukuan Dasar Bagi
Mama-Mama Pedagang Asli Papua
Jayapura, 26 Juli 2008. Setelah
sebelumnya (15/6), mengadakan pelatihan pembukuan dasar bagi Mama-Mama
Pedagang Asli Papua. Pada hari minggu (20/7), bertempat di Balai
Pertemuan Gereja St Fransiskus, APO, SKP Keuskupan Jayapura kembali
mengadakan pelatihan pembukuan dasar lanjutan yang kedua kalinya bagi
Mama-Mama. Walau lambat dari waktu seharusnya, pelatihan ini berjalan
baik dan berlangsung dari pukul 14.30-15.30 WIP dan dihadiri oleh 39
orang Mama-Mama. ( berita
selengkapnya )
|
Ibu
Nelly Pekei Anggota Kelompok Mama Pasar
|
|
Perkebunan
Sawit Rugikan Masyarakat
Arso
Jayapura, 8 Juli 2008. Guna
merayakan ultahnya ke-10 yang jatuh pada 1 Juli 2008, Sekretariat
Keadilan dan Perdamaian (SKP) Jayapura menggelar diskusi panel sehari
dengan tema "Perkebunan Sawit dan Kesejahteraan Masyarakat Arso" (5/7)
di Gedung Kesenian Imbi Jayapura. Berdasarkan penelitiannya, SKP
berkesimpulan bahwa petani sawit khususnya masyarakat pribumi mengalami
kerugian besar (kemunduran) dalam pelbagai bidang kehidupan
(lingkungan, ekonomi, sosial budaya, hak ulayat dan keamanan) sejak
hadirnya perkebunan sawit PTPN
II Tanjung Morawa di Arso tahun
1982/1983. ( berita
selengkapnya )
|
Ibu
Lin Petani Sawit Arso
|
|
Latihan
Pembukuan Dasar Bagi
Mama-Mama Pedagang Asli Papua
Jayapura, 24 Juni 2008. Guna
membantu Mama-Mama Pedagang Asli Papua mengatur keuangan hariannya, SKP
melalui Unit Penguatan Basis yang selama ini bekerja mendampingi
komunitas Mama-Mama pedagang Asli Papua yang berjualan di wilayah
Gelael , Jalan Irian, Depan Bank Papua dan wilayah Ampera di pusat Kota
Jayapura, memberikan pelatihan mengenai cara membuat pembukuan dasar
secara sederhana, setelah sebelumnya melakukan sosialisasi mengenai
Perda Kota Jayapura No.8 Tahun 2003 Tentang Pengelolaan Pasar. ( berita selengkapnya
)
|
Anggota
Kelompok Mama Pasar
|
|
Laporan
praktik penyiksaan di Aceh
dan Papua diluncurkan
Jayapura, 28 April 2008. SKP
Jayapura, JPIC GKI di Tanah Papua, Imparsial dan Human Rights Working
Group meluncurkan laporan praktik penyiksaan di Aceh dan Papua
1998-2008 bertempat di Teater Utan Kayu, Jakarta (25/4). Laporan
tersebut telah diserahkan kepada Komite
Anti Penyiksaan PBB yang akan
mengadakan sidang pembahasan laporan Pemerintah Indonesia pada tgl. 5-7
Mei 2008 di Jenewa, Swiss. Dalam laporan tersebut, sebanyak 242 kasus
penyiksaan di Papua didokumentasikan dari berbagai laporan
Gereja-gereja, LSM, dan Komnas HAM selama periode 9 tahun. Hanya satu
kasus penyiksaan (Kasus Abepura 7 Desember 2000) dibawa ke Pengadilan
HAM dan itupun semua terdakwa dibebaskan. ( lihat berita khusus
)
|
Buku
SKP Terbaru
|
|
Pemekaran
Jayawijaya membingungkan
Jayapura, 15 Maret 2008. "Masalah
pemekaran itu urusan orang-orang atas, saya pelayan Tuhan, oleh sebab
itu, sejauh yang saya tahu jemaat saya disini tidak pusing dengan
pemekaran itu. Saya tidak tahu apakah memang tidak tahu jadi malas tahu
ka..atau kenapa..???? Tapi yang jelas jemat saya tidak tahu menahu
tentang pemekaran, anak. Jadi anak, ide pemekaran itu mungkin dari
Bupati dorang saja ka, sebab kami ini tidak tahu soal itu. Manen
(oleh karena itu), tidak papa
(tidak masalah), anak dong
(kalian) buat saja karena masyarakat ini di buat bingung dengan
macam-macam pemekaran ni". ( berita
selengkapnya
)
|
Ibu
& Anak di Balim
|
|
KMMPP Tagih
Janji Pembubaran MRP
Jayapura, 21 Februari 2008. Sekitar
lima puluhan orang perwakilan Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli
Papua (KMMPP) kembali menempati janjinya dengan mendatangi MRP untuk
mendengarkan hasil keputusan rapat MRP pada Jumat (15/2) tentang usul
pembubaran MRP. ( berita
selengkapnya )
|
Lagi
Demo KMMPP
|
|
KMMPP tuntut
MRP bubarkan diri
Jayapura, 14 Februari 2008. Inkonsistensi
pemerintah pusat terhadap penerapan UU No. 21 tahun 2001 tentang
Otonomi Khusus menyebabkan enam ratusan massa yang menamakan dirinya
Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Papua (KMMPP) mendatangi MRP
pada Senin (12/2) dan meminta MRP segera mengadakan sidang istimewa
dalam waktu dekat untuk membubarkan diri. ( berita
selengkapnya
)
|
Demo
KMMPP
|
|
Penjual Noken
Bendera Bintang Kejora
Ditangkap
Jayapura, 16 Januari 2008. Hari
Selasa, 8 Januari 2008, sekitar pukul 18.20 menit, tiga orang
berpakaian preman mengaku anggota Polres Jayapura mendatangi tempat
berjualan mama pedagang asli Papua, di depan halaman Kantor Telkom, Jl.
Ahmad Yani, Jayapura. Mama-mama penjual kerajinan tangan bercorak
Bendera Bintang Kejora dipaksa untuk berhenti menjual kerajinan karena
melanggar peraturan, yaitu PP No. 77 Tahun
2007.
Tiga mama, yakni Yohana
Pigome, Agustina Doo dan Ice Pigome
dipaksa ke Polresta Jayapura agar memberikan keterangan. Masyarakat dan
mahasiswa yang kebetulan lewat di tempat tersebut lalu ikut serta
mendampingi mama-mama ke Polresta Jayapura. Setelah dimintai
keterangan, ketiga mama tersebut sempat dipaksa untuk menandatangani
surat pernyataan tidak akan menjual kerajinan tangan bercorak Bintang
Kejora, paling lambat hari Selasa, 15 Januari 2008. Namun ketiga mama
tidak menandatangani pernyataan tersebut dengan alasan bahwa noken itu
hanya kreasi untuk menarik minat demi mencari nafkah. Kedua mama
tersebut kemudian dilepaskan oleh Polresta Jayapura kurang lebih pukul
22.00 WIP. ( berita
selengkapnya )
|
Mama-mama
Penjual Noken
|
|
Memoria
Passionis 2005: Buku SKP
Terbaru!
Jayapura, 10 Oktober 2007. Buku
ini merupakan Seri
Memoria Passionis No. 16
sebagai bagian dari rangkaian terbitan tahunan SKP tentang situasi
politik dan HAM di Papua sejak terbitan pertama tahun 1999. Tulisan ini
juga menjadi sumbangan kecil dari SKP untuk mencatat cerita-cerita
kecil, cerita orang kalah, cerita orang kampung di Tanah Papua yang
(ingin) segera dilupakan oleh banyak pihak karena cerita itu akan
membangkitkan kekuatan jika terkumpul menjadi ingatan penderitaan
sebangsa (memoria passionis).
Cerita-cerita itu dikumpulkan menjadi kisahan sepanjang tahun 2005 yang
memiliki benang merah untuk menjadi tali penyambung ikatan sejarah masa
lampau, kini, dan masa depan. Ingatan kolektif inilah yang memelihara
eksistensi suatu bangsa, termasuk bangsa Papua, karena ingatan itulah
yang menjadi sejarah. Inilah pentingnya memelihara ingatan orang
kecil-miskin-tertindas.
|
Buku
Terbitan SKP Terbaru
|
|
Analisis
Triwulan Papua
Jayapura, 30 September 2007. Sesuai
dengan visinya untuk memberikan informasi yang tepat dan aktual kepada
khalayak ramai, SKP Jayapura kembali menerbitkan Seri Papua Aktual No.
10 yang merangkum situasi HAM di Papua selama April-Juni 2007. Tulisan
ini merangkum berbagai kejadian penting di Tanah Papua baik di bidang
hak- hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya.
( laporan
selengkapnya )
|
Seri
Papua Aktual No. 10
|
|
Perayaan Hari
Damai se-Dunia: 21
September 2007
Jayapura, 21 September 2007. Hari
damai internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) pada tanggal 21 September di seluruh dunia, tahun ini diperingati
juga di kota Jayapura. Peringatan hari damai ini dimotori oleh SKP
Keuskupan Jayapura dan Forum Konsultasi Para Pemimpin Agama (FKPPA).
Serangkaian kegiatan dilaksanakan: seruan damai oleh para pemimpin
agama di wilayah pelayanannya masing-masing dimulai pada tanggal 15
September hingga akhir bulan, pemasangan spanduk dengan seruan "Mau
Papua Damai? Stop Miras dan HIV/AIDS" dan "Papua Tanah Damai Milik Kita
Semua" pada sejumlah titik di kota Jayapura, Abepura dan Sentani pada
tanggal 18-30 September, langen suara di RRI dan Art FM selama 2 minggu
dimulai tanggal 18 September, dialog interaktif di Stasiun TV. TVRI
lensa Papua pada hari kamis 20 September, pembagian leaflet pada
sejumlah titik di Abepura pagi hari tanggal 21 September, dan ditutup
dengan acara puncak panggung hiburan rakyat di Taman Imbi pada malam
hari tanggal 21 September. ( berita
selengkapnya
)
|
Panggung
hiburan rakyat
|
|
Pelatihan
Investigasi HAM di
Kwiyawage: 22-28 Agustus 2007
Jayapura, 30 Agustus 2007. Tim
SKP Jayapura kembali turun ke Distrik Kwiyawage selama 6 (enam hari)
guna mengadakan pelatihan Investigasi HAM di wilayah tersebut. Kegiatan
dipusatkan di Kampung Mume. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut
pendampingan masyarakat sejak 2004 dengan pengerahan bantuan bahan
makanan untuk pengungsi tahun 2004 bekerjasama dengan Persekutuan
Gereja-gereja di Papua (PGGP), pengadaan bibit kentang tahun 2005
bekerja sama dengan UNIPA Manokwari, pengobatan massal tahun 2006
bekerjasama dengan RS. Dian Harapan, Pelatihan bidan bersalin pada
bulan Februari 2007. ( laporan
selengkapnya
)
|
Paitua
Kwiyawage
|
|
Otsus
dipercepat!
Jayapura, 15 Juli 2007.
Setelah dipergunjingkan beberapa bulan lalu, akhirnya secara publik
Inpres No. 5/2007 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan
Papua Barat beredar di publik. Inpres ini secara resmi dikeluarkan oleh
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tgl. 16 Mei 2007 yang lalu.
Dalam Inpres ini Presiden menginstruksikan 11 menteri, 2 gubernur, dan
semua bupati di Tanah Papua untuk [1] memantapkan ketahanan pangan dan
pengurangan kemiskinan, [2] meningkatkan kualitas penyelenggaraan
pendidikan, [3] meningkatkan kualitas layanan kesehatan, [4]
meningkatkan infrastruktur dasar guna meningkatkan aksesibilitas di
wilayah terpencil, pedalaman dan perbatasan negara, dan [5] perlakuan
khusus bagi pengembangan sumber daya manusia putra-putri asli Papua. ( teks selengkapnya)
|
|
|
DAP dan PDP
diinterogasi Polda
Jayapura, 15 Juli 2007.
Jayapura, 15 Juli 2007. Di tengah gencarnya sorotan atas pembentangan
bendera Bintang Kejora saat pembukaan Konferensi II Dewan Adat Papua
(KDAP) tgl. 9 Juli lalu, Polda Papua akhirnya melayangkan surat
pemanggilan No. Pol: Pgl/668/VII/2007/Dit Reskrim kepada panitia
penyelenggara KDAP. 11 orang dipanggil sebagai saksi dalam perkara
kejahatan terhadap keamanan negara. ( berita
selengkapnya
)
|
Forkorus
Yaboisembut
|
|
Hina Jilani ke
Papua: babak baru
penegakan HAM
Jayapura, 8 Juni 2007. Wakil
Khusus Sekjen PBB Urusan Pembela HAM,
Ibu Hila Jilani, tiba di Jayapura hari ini dalam kunjungan ke Indonesia
selama 5-13 Juni 2007 setelah tiga tahun meminta izin kepada Pemerintah
Indonesia. Kedatangan di Bandara Sentani disambut dengan aksi dukungan
dari kalangan mahasiswa Papua yang membentangkan poster-poster yang
menegaskan perlunya penanganan masalah pelanggaran HAM. Aksi dukungan
juga dilakukan oleh Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah di depan Hotel
Swiss-Bell tempat dia menginap dan oleh kalangan mahasiswa lainnya di
Taman Imbi. ( berita
selengkapnya )
|
Hina
Jilani
|
|
"Untuk Siapa
Anda Berjalan?"
Timika, 3 Februari 2007.
Demikianlah pertanyaan penuntun yang dilontarkan oleh Mgr. John Saklil
Pr, Uskup Timika dalam rekoleksi sehari guna mengawali Evaluasi dan
Rapat Kerja tahunan SKP se-Papua Kelima di Timika. Kegiatan ini
sedianya di Agats, Asmat, tetapi kesulitan pesawat memaksa perhelatan
SKP se-Papua dipindahkan ke Timika dengan SKP Agats tetap sebagai
penyelenggara dibantu oleh SKP Timika. Dalam refleksinya Uskup John
mengajak SKP kelima Keuskupan melihat kembali untuk siapa SKP
menjalankan karya-karyanya, terutama dalam menghadapi adanya
kontradiksi budaya bangsa baik di tingkat Nasional maupun di tingkat
lokal Papua dewasa ini. Refleksi ini semakin merasuk dalam setiap
pribadi yang hadir, dengan permenungan dari kitab Yehezkiel 37 : 1 -14
dan kisah Yesus dalam Injil Lukas 19 : 28-40. ( berita selengkapnya
)
|
Berjalan
dalam keseimbangan
|
|
Mulia: bencana
kemanusiaan
Jayapura, 29 Januari 2007. Pasca
kunjungan Tim Pastoral Persekutuan Gereja-gereja di Papua (PGGP) ke
Mulia yang dipimpin oleh Pdt. Lipiyus Biniluk, diluncurkanlah laporan
yang menjelaskan krisis kemanusiaan di Mulia, Puncak Jaya. PGGP
menemukan sekurang-kurangnya 2.187 orang mengungsi ke Yamo dan 5.137
orang mengalami bencana kelaparan karena kekurangan cadangan pangan.
Sementara itu sudah empat orang mati karena kelaparan. Berdasarkan
temuan ini, PGGP mendesak semua pihak untuk:
- Pemerintah
Provinsi Papua segera turun tangan membantu Pemkab Puncak Jaya dalam
mengatasi keadaan darurat di Distrik Yamo dengan memberikan bantuan
darurat kemanusiaan;
- Pihak TPN/OPM,
TNI, dan Polri memberikan jaminan keamanan bagi dropping bama dan tim
medis manapun agar penduduk yang mengungsi dapat dibantu secara
manusiawi;
- Penarikan
pasukan TNI non-reguler, satuan intelijen, dan Brimob dari Puncak Jaya
agar suasana keamanan dan kenyamanan dapat segera dipulihkan;
- Komnas HAM Papua
segera melakukan penyelidikan guna mengungkap apa yang menjadi
penggerak rangkaian kekerasan yang telah memakan korban jiwa dan harta
benda;
- Semua pihak
segera menghentikan politisasi yang mengorbankan rakyat Puncak Jaya.
( laporan
lengkap )
|
Pdt.
Lipiyus Biniluk
|
|
Rapat Kerja
Evaluasi SKP
Jayapura, 17 Desember 2006.
Seiring dengan berakhirnya tahun kerja 2006, Sekretariat Keadilan dan
Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura menggelar Evaluasi dan Rapat Kerja
(Raker) Tahunan 2006. Kegiatan ini berlangsung selama 6 hari, sejak
tanggal 17-21 Desember bertempat di sanggar Semadi Santa Clara Sentani.
Evaluasi dan Raker ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu evaluasi
pelaksanaan program tahun 2006 yang diuraikan per divisi yaitu Divisi
Advokasi, Divisi Publikasi dan Dokumentasi, Divisi Membangun Budaya
Damai, Divisi Ekologi, Divisi Administrasi dan Keuangan. Evaluasi
dilakukan dengan melihat kembali program kerja per divisi dan melihat
gagal dan suksesnya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rapat
Kerja juga diisi dengan membahas rencana kerja SKP tahun 2007 dengan
mengacu pada hasil evaluasi pelaksanaan program tahun 2006. ( berita selengkapnya
)
|
Raker
SKP
|
|
Sehat itu Sa
pu Hak
Wamena, 11 Desember 2006. Pada
tanggal 11-13 Desember 2006, Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP)
Jayapura menggelar seminar dan lokakarya hasil penelitian Sistem
Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Jayawijaya. Seminar yang bertema
"Sehat itu Sa Pu Hak" ini berlangsung di Sanggar Pelatihan Bethesda
Wamena. Seminar ini dilaksanakan untuk mempresentasikan hasil
penelitian yang dilakukan oleh SKP bekerjasama dengan INSIST
Yogyakarta/ YPRI Yogyakarta dan INNINAWA Makassar. Seminar dan
lokakarya ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Drs.
Chris Wopari mewakili Bupati Jayawijaya. Hasil penelitian ini
dipresentasikan dalam seminar oleh dr. Ririn Habsari, salah satu
anggota tim peneliti dari YPRI, di depan para pejabat pemerintah
setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Distrik dan tenaga
medis dari 8 distrik di yang menjadi wilayah penelitian. Kesempatan ini
juga dihadiri oleh para tenaga peneliti yang direkrut dari tenaga
setempat. ( berita
selengkapnya )
|
Pelayanan
Posyandu Tiom
|
|
Perhatikan
Mama-mama, Selamatkan
Generasi Bangsa
Jayapura, 25 November 2006.
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura
menyelenggarakan seminar hasil penelitian mengenai kondisi sehari-hari
Mama-mama Papua penjual sayuran di Kota Jayapura. Seminar ini
bertepatan dengan peringatan Hari Anti Kekerasan Terhadap Perempuan
(HAKTP) tanggal 25 November 2006. Dengan mengangkat tema "Perhatikan
Mama-mama, Selamatkan Generasi Bangsa", seminar yang berlangsung di
gedung Dewan Kesenian Tanah Papua ini dihadiri oleh kalangan LSM,
gereja, tokoh masyarakat dan sekitar 200-an mama-mama penjual sayuran,
yang tersebar di kota Jayapura. Hadir sebagai penanggap dalam seminar
ini Walikota Jayapura, Drs. MR. Kambu MSc, sebagai penanggap utama, Ibu
Selfiana Sanggenafa, SH (Direktris LP3AP), Albert Rumbekwan, SH (Ketua
KOMNAS HAM perwakilan Papua) dan Bpk. Sharlly Parangan (Divisi Bisnis
Bank Papua). Bertindak selaku moderator Cunding Levi, seorang wartawan
media lokal dan nasional. Laporan hasil penelitian disajikan oleh Ibu
Dominggas Nari dan Karel Boma mewakili tim peneliti. (berita selengkapnya)
|
Walikota
Jayapura, M.R. Kambu
|
|
Para Terpidana
Kasus Abepura sedang
sakit
Jayapura, 19 Oktober 2006.
Ketua Komda HAM Papua, Albert Rumbekwan SH, menyatakan 23 orang
terpidana dalam kasus Abepura 16 Maret 2006 terbukti sakit. Pernyataan
ini disampaikan kepada publik saat pihaknya mengadakan verifikasi
pengaduan keluarga terpidana dan PGGP mengenai kondisi dengan
mengunjungi mereka di LP Abepura, Kamis 19 Oktober 2006. ( berita selengkapnya
)
|
Echo
Berotabui dkk.
|
|
PGGP dan
Keluarga Korban Abepura
mengadu ke Komnas HAM Jakarta
Jakarta, 5 Oktober 2006. Tidak
puas dengan pengaduan ke Komda HAM Papua, PGGP dan keluarga korban
menindaklanjutinya dengan mengadu ke Komnas HAM di Jakarta. Keluarga
korban yang diwakili oleh Ny. Emi Berotabui dan Sula Buiney mengajukan
tiga tuntutan: pertama, pembentukan KPP HAM untuk Abepura; kedua,
pemeriksaan kondisi kesehatan para tahanan di LP Abepura yang
kondisinya makin kritis; dan ketiga, jaminan keselamatan untuk
keluarga, pendamping, dan pekerja HAM di Jayapura. ( berita selengkapnya
)
|
Ibu
Emi Berotabui
|
|
PGGP: Bentuk
KPP HAM untuk kasus
Abepura 16 Maret 2006!
Jayapura, 28 September 2006.
Persekutuan Gereja-gereja di Papua (PGGP) meminta pembentukan KPP HAM
untuk Abepura 16 Maret 2006. Tuntutan ini disampaikan saat PGGP
menyerahkan satu berkas laporan investigasi
kasus bentrok di Abepura, 16 Maret 2006 kepada Komisi Nasional Hak
Asasi Manusia di Papua. Delegasi PGGP yang dipimpin oleh Ketua Umumnya,
Uskup Leo L. Ladjar OFM, diterima langsung oleh Ketua Komda HAM Papua,
Bpk. Albert Rumbekwan SH. ( berita
selengkapnya
)
|
Korban
penyiksaan Abepura
|
|
Analisis
Triwulan Papua
Jayapura, 19 Juni 2006. Sesuai
dengan visinya untuk memberikan informasi yang tepat dan aktual kepada
khalayak ramai, SKP Jayapura kembali menerbitkan Seri Papua Aktual No.
5 yang merangkum situasi HAM di Papua selama Januari - Maret 2006.
Tulisan ini merangkum berbagai kejadian penting di Tanah Papua baik di
bidang hak- hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial, dan
budaya. ( laporan
selengkapnya )
|
|
|
SKP dan FI ke
Pelapor Khusus PBB
Jayapura, 17 Maret 2006. SKP
Jayapura dan FI melaporkan perkara Abepura 16 Maret 2006 kepada Pelapor
Khusus PBB tentang Penyiksaan, Prof.
Manfred Nowak, atas bahaya
penyiksaan yang dapat menimpa 73 orang yang ditahan dan tengah
diinterogasi di Polresta Jayapura tanpa pendampingan pengacara. Sejauh
ini Polisi baru mengumumkan 12 orang sebagai tersangka dalam bentrokan
yang terjadi tiga hari lalu, yakni Elkana Lokobal (pria, 21), Patrisius
Aronggear (pria, 30), Ellyas Tamaka (pria, 21), Othen Dapyal (pria,
22), Luis Gedi (pria, 26), Fenius Waker (pria, 21), Feri Pakage (pria,
21), Selpius Bobii (pria, 26), Alex C. Wayangku (pria, 22), Fernando P
(pria, 22), Moses Lokobal (pria, 34), Markus Kayame (pria, 47). ( berita selengkapnya
)
|
Selpius
Bobii
|
|
Pemerintah
Pusat perlu segera
berdialog dengan rakyat Papua
Jayapura, 17 Maret 2006. Pemimpin
Agama yang diwakili oleh Mgr. Leo L. Ladjar OFM, Uskup Jayapura,
meminta pemerintah untuk mengendalikan kelakuan Brimob yang memblokir
jalan dan melakukan operasi penyisiran ke asrama-asrama mahasiswa di
sekitar Abepura tanpa kendali. Tindakan ini mendatangkan ketakutan bagi
para mahasiswa dan penduduk di wilayah tersebut dan bahkan telah
memakan korban. Uskup juga meminta pemerintah untuk segera mengadakan
dialog dengan rakyat Papua karena menilai bahwa bentrokan ini bukan
hanya soal PT Freeport tetapi merupakan luapan dari tumpukan masalah
yang tidak pernah diselesaikan. ( berita
selengkapnya
)
|
Uskup
Leo L. Ladjar OFM
|
|

|