|
|
| Berita dan Laporan Terkini: |
|
Training
Video Perubahan Bagi Kelompok Muda dan Mahasiswa.
Sentani, 21 Juli 2011. EngageMedia, JPIC
MSC Indonesia dan Sekretariat Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan
(SKPKC) Fransiskan Papua menggelar pelatihan video perubahan bagi para
pemuda dan mahasiswa yang aktif dalam gerakan perubahan untuk Papua.
Kegiatan ini berlangsung selama enam hari (11-16 Juli 2011) bertempat
di Kantor SKPKC Fransiskan Papua, Sentani.
(berita selengkapnya)
|
Neles
Siep, Salah satu peserta training dari SKPKC Fransiskan
Papua
|
|
Pantauan
September: Bentrok Warga Sipil vs Petugas Keamanan.
Jayapura, 5 Oktober 2010. Bentrok Warga. Bentrokan antara
warga dan petugas Brimob di Manokwari mengakibatkan dua orang meninggal
dan dua lainnya menderita luka. Warga yang meninggal adalah Naftali
Kwan (30) yang ditembak di kaki. Korban kemudian tewas di RS Umum
Daerah Manokwari karena kehabisan darah, juga Septinus Kwan (28),
meninggal dengan luka memar. Kematian Septinus kian memicu emosi
sekitar 100 sanak keluarga dan kerabatnya sehingga suasana kota
tersebut sempat mencekam akibat ketidakpuasan sekitar 150 kerabat dan
sanak famili korban. Massa juga memalang jalan-jalan di Manokwari.
Warga mengarak jenazah Naftali Kwan dari rumahnya di Jalan Baru, dekat
Hotel Papua Forest, sejauh lima kilometer menuju Kantor Bupati
Manokwari. Tetua kerabat korban, Melkianus Mandacan, mendesak polisi
agar bertanggung jawab atas kematian Naftali dan Septinus. Selain itu,
massa meminta anggota Brimob yang terlibat ditindak tegas dan harus
dipindahkan dari Manokwari. Warga asli setempat itu bahkan menuntut
dikembalikannya tanah lokasi Markas Brimob di Sowi.
(http://regional.kompas.com/read/2010/09/17/03520364/Manokwari.Ricuh..).
(berita selengkapnya)
|
Beberapa
Media Lokal Papua, Sebagai Sumber Informasi Pemantauan
|
|
Pantauan
September: Aspirasi Merdeka dan Pemilukada.
Jayapura, 5 Oktober 2010. Aspirasi Merdeka. DAP anggap
Indonesia caplok Bangsa Papua Barat. Hal ini terungkap dalam demo damai
di halaman kantor DPRP oleh masyrakat Papua yang tergabung dalam KNPB
(Komite Nasional Papua Barat). Forkorus Yoboisembut mengatakan, "Kami
datang untuk memberi dukungan kepada IPWP dan ILPW yang sudah mendapat
sesi bicara dalam sidang umum PBB tahun 2010 yang akan dimulai 3
September 2010...sekarang dunia sudah tahu dan materi gugatan aneksasi
dan pepera sudah siap." Sementara itu dalam orasi politik juga
terungkap prisip bangsa Papua dan komitmennya untuk memisahkan diri
dari NKRI yang merupakan harga mati dan tidak perlu tawar-menawar.
Kegiatan yang sama juga berlangsung di Wamena. Ketua KNPB wilayah
Pegunungan Tengah Papua menilai persoalan Papua hanya dapat
diselesaikan melalui jalur hukum international, bukan nasional (Cepos,
02/09/2010). (berita selengkapnya)
|
Beberapa
Media Lokal Papua, Sebagai Sumber Informasi Pemantauan
|
|
Pantauan
September: MIFEE, Kerusakan Alam, Pemanfaatan Hutan..
Jayapura, 1 Oktober 2010. MIFEE. DPRD Merauke diminta
memfasilitasi konsultasi publik Raperda MIFEE. Hal ini karena perda
MIFEE yang telah disusun untuk melindungi masyarakat adat terkesan
cepat. Kesan ini disampaikan oleh Kepala Bagian Hukum Setda Merauke,
Simon Silubun, "Kami melihat prosesnya sangat mendesak sehingga kami
mengajukannya ke DPRD dengan terburu-buru. Oleh karena itu kami
mengharapkan dewan dapat menfasilitasi konsultasi publik untuk
memyempurnakan Raperda." (Bintang Papua, 04/09/2010). Sementara itu,
Alex Rumaseb, pejabat Bupati Merauke mengingatkan untuk tidak
mendatangkan investor yang hanya merusak hutan di Papua pada umumnya
dan Merauke pada khususnya. Pernyataan ini terkait dengan program MIFEE
di Merauke. (berita selengkapnya)
|
Beberapa
Media Lokal Papua, Sebagai Sumber Informasi Pemantauan
|
|
Uskup
Jayapura Bantah Bantu Separatis
Jayapura, September 2010. Terkait dengan berita The Jakarta Post, 8
Agustus 2010, yang menyatakan bahwa Pemerintah Indonesia melarang
Cordaid, sebuah lembaga donor Belanda, yang memberikan bantuan kepada
sejumlah daerah yang terdapat di Indonesia termasuk Papua, alasannya
Cordaid dicurigai membantu kelompok separatis Papua dan menjalankan
usaha komersial, sebagai Uskup Keuskupan Jayapura dan Ketua Forum
Konsultasi Para pemimpin Agama [FKPPA] di Tanah Papua, Uskup Leo Laba
Ladjar, OFM menyampaikan tanggapan dan penjelasan guna meluruskan
pemahaman yang keliru, untuk menghapus kecurigaan mengenai bantuan
Cordaid untuk masyarakat Papua.
Menurutnya, Ada tiga pokok yang secara langsung melibatkan dirinya
dalam kunjungan ke Mindanao Philipina yang bertujuan untuk menciptakan
Tanah Papua Zona Damai. (berita
selengkapnya)
|
Uskup
Keuskupan Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar, OFM
|
|
Karikatur
Gubernur Papua Hiasi Sidang DPRP Papua.
Jayapura, 30 September 2010. Solidaritas
Pedagang Asli Papua ( SOLPAP ), melakukan aksi dengan membentangkan
karikatur Gubernur Papua Bas Suebu di Balkon ruang sidang Dewan
Perwakilan Rakyat Papua (DPRP) pada hari Jumat 24 September 2010. Aksi
bentang baliho berlangsung ketika Gubernur Papua (diwakili Sekda Papua)
menyampaikan hasil rumusan Anggaran Belanja Tambahan (ABT) Tahun 2010
di hadapan anggota DPRP Papua. "Aksi ini dilakukan sebagai bentuk
protes terhadap kebijakan Pemerintah Provinsi Papua yang tidak segera
memenuhi janjinya untuk membangun pasar bagi Mama-Mama", tegas Frengki
Making sebagai koordinator aksi. ( berita
selengkapnya)
|
Aksi
bentang baliho, dalam sidang ABT DPRP
|
|
Pantauan
Pertengahan September 2010:
Perdasi, Perdasus, Pemilukada, dan Respek.
Jayapura, 28 September 2010. Perdasi dan
Perdasus. Program respek akan didukung perdasus. Perdasus itu
mengatur soal alokasi dana dari pemerintah provinsi dan kabupaten dan
kota ke kampung-kampung dan tidak boleh berhenti meskipun pimpinan
daerah berganti. Hal ini ditegaskan oleh Staf Ahli Gubernur, Agus
Sumule, agar dana itu selain diolah sendiri oleh masyarakat dengan cara
yang benar juga untuk menjawab persoalan yang dihadapi di tengah
masyarakat kampung. Sementara itu, penggodokan Draft Rapedasi
pembentukan perdasi dan perdasus oleh Badan Legislasi DPRP telah
mencapai 90 persen. ( berita
selengkapnya)
|
Beberapa
Media Lokal Papua, Sebagai Sumber Informasi Pemantauan
|
|
Ketua Sinode
KINGMI Dukung Tolak MIFEE
Jayapura, 24 September 2010. Pendeta Benny Giay
sebagai Ketua Sinode KINGMI dalam kegiatan Mimbar Bebas dengan tema
"Bertindak Bersama Untuk Selamatkan Manusia dan Tanah Papua Dari
Ancaman Investasi, Khususnya Investasi Mega Proyek MIFEE,"
mengungkapkan empat hal penting dihadapan para mahasiswa dari wilayah
Papua Selatan dan para undangan di Asrama Merauke-Jayapura hari ini,
yaitu:
Pertama, program yang dilaksanakan SORPATOM
(Solidaritas Rakyat Papua Tolak MIFEE) untuk menolak MIFEE didukung
oleh Sinode KINGMI. ( berita
selengkapnya)
|
Pendeta
Benny Giay, Ketua Sinode KINGMI
|
|
Pantauan Awal
September 2010:
Aspirasi Masyarakat, Perbatasan, Pengelolaan SDA, Penanganan Konflik.
Jayapura, 24 September 2010. Aspirasi
Masyarakat. Polda Papua tolak terima aspirasi wartawan. Sudah
sebulan Polda Papua belum mampu mengungkap penebar sms teror dan
pembunuhan jurnalis Merauke TV, Ardiansyah Matrais di Merauke. Dalam
pernyataan sikap yang dibacakan oleh Ketua Aliansi Jurnalis Independen
Kota Jayapura, Viktor Mambor, mendesak Polda Papua agar melakukan
penyelidikan secepatnya untuk mengetahui siapa pelaku dan motif
penganiayaan wartawan Merauke TV hingga meninggal. Wartawan juga
berharap berdialog dengan kapolda Papua atau Wakapolda, akan tetapi tak
satupun yang bersedia berjumpa para wartawan. ( berita selengkapnya)
|
Beberapa
Media Lokal Papua, Sebagai Sumber Informasi Pemantauan
|
|
Pantauan Awal
September 2010:
Otonomi Khusus dan Pemekaran Kampung .
Jayapura, 23 September 2010. Carut-marutnya pelaksanaan otsus di
Papua, akhirnya ditanggapi juga oleh Presiden Susilo Bambang Yudhoyono.
Presiden akan mengevaluasi otsus Papua pasca ramadhan. Presiden merasa
kuatir akan dana yang cukup besar yang digelontorkan ke Papua namun
tidak membawa perubahan pada kualitas hidup masyarakat Papua. Untuk itu
diperlukan penanganan khusus atau grand design. "Perlu ada beberapa
usulan yang bersifat solutif yang menarik untuk penataan otsus, tidak
hanya di tataran implementasi tetapi juga ditataran formulasi kebijakan
(policy formulation)," katanya. Empat kerangka besar yang menimbulkan
masalah besar di Papua akan ditata adalah strategi pembangunan daerah,
kelembagaan pemerintahan daerah, kerangka politik dan HAM (Bintang
Papua, 01/09/2010). ( berita
selengkapnya)
|
Media
sebagai sumber informasi
|
|
SKPKC itu
barang apakah?
Jayapura, 23 September 2010. Untuk memperkenalkan keberadaan dan
karya Sekretariat Keadilan Perdamaianan dan Keutuhan Cipataan (SKPKC)
Fransiskan Papua, maka pada 18 September 2010 dilakukan sosialisasi di
kalangan para Saudara Muda Fransiskan Papua bertempat di Ruman
Pendidikan Sang Surya Abepura. Br. Agus Adil OFM selaku Gardian
Gardianat Abe-Waena mengatakan kegiatan ini sangat penting karena SKPKC
merupakan milik seluruh keluarga Fransiskan, sehingga patut diketahui
oleh setiap saudara. "SKPKC sudah ada, kita perlu mengenalnya dan perlu
juga memilikinya," tegas Bruder Agus OFM. ( berita selengkapnya)
|
Saudara
kita...
|
|
Benhur Tomi
Mano:
Janji Kawal Pembangunan Pasar Mama-Mama Papua.
Jayapura, 23 September 2010. Guna menyiapkan pemimpin Papua yang
siap melayani masyarakat maka Sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar
Timur Abepura maka pada 22 September 2010 diselenggarakan seminar
sehari dengan tema, "Meneropong Pemimpin Pro-Rakyat Papua." Seminar
intern mahasiswa STFT ini menampilkan pembicara tunggal yaitu Drs.
Benhur Tomi Mano, MM.
Ketua STFT Fajar Timur, yang diwakili oleh Pembantu Ketua III, Pastor
John Jehuru OSA, dalam sambutan pembukaan mengatakan salah satu misi
yang ada di sekolah Tinggi Filsafat Teologi Fajar Timur ini adalah
terciptanya seorang teolog/calon pemimpin Gereja yang kontekstual. ( berita selengkapnya)
|
Papan
penunjuk ke Kampus STFT Fajar Timur
|
|
Kronologis
konflik larangan pembangunan Gereja Katolik
di Pondok 1 JUK-Lereh, Jayapura .
Jayapura, 22 September 2010. Umat Katolik yang juga berprofesi
sebagai buruh perusahaan sawit yang berjumlah lebih dari dua
ribu orang memerlukan bangunan gereja Katolik tersendiri karena jumlah
umat terus meningkat sementara pihak perusahaan perkebunan sawit Sinar
Mas
Group sejak tahun 1993 tidak menyediakan tempat khusus bagi
umat Katolik untuk beribadah. Supaya bisa memiliki bangunan gereja
Katolik maka dibentuklah panitia pembangunan gereja Katolik di Juk pada
5 Juni 2009. Setelah itu panitia berkomunikasi dengan pihak perusahaan
sebagai penanggung jawab di wilayah tersebut. ( berita selengkapnya)
|
Ketua
Serikat Pekerja Seluruh Indonesia, Wilayah Sinar Mas
|
|
Pantauan Awal
September 2010:
Pendidikan.
Jayapura, 22 September 2010. Dunia pendidikan di Papua masih
memprihatinkan. Hal itu tampak dari persoalan data buta aksara yang
masih tinggi, anak-anak yang putus sekolah, perpustakaan, serta guru
yang bersertifikasi.
Buta Aksara anak putus sekolah. Buta aksara anak
putus sekolah mencapai 1.250 di Kota Jayapura. Data ini dibenarkan oleh
Drs.Ch.Anwar Alma'mum, Kepala Dinas P dan P Kota Jayapura.
"...berdasarkan data terbaru yang belum diverifikasi, di Kota Jayapura
masih terdapat 1.250 orang buta aksara termasuk di dalamnya anak putus
sekolah...."
( berita selengkapnya)
|
Beberapa
Media Lokal Papua, Sebagai Sumber Informasi Pemantauan
|
|
PERNYATAAN
PERS BERSAMA:
KAPOLRES MANOKWARI DAN KASAT BRIMOB MANOKWARI
HARUS BERTANGGUNGJAWAB TERHADAP INSIDEN PENEMBAKAN
TERHADAP WARGA SIPIL DI MANOKWARI
Jayapura, September 2010. Foker LSM Papua, KontraS Papua, LBH
Papua, ALDP, SKPKC Fransiskan Papua, KPKC Sinode GKI di Tanah Papua dan
para Advokat, mengecam terjadinya kembali tindakan kekerasan dan
penembakan terhadap warga sipil di Manokwari yang dilakukan oleh oknum
anggota Brimob dan mengakibatkan meninggalnya 2 (dua) warga sipil serta
1 (satu) orang kritis.
KRONOLOGIS PERISTIWA.
Menurut informasi, insiden penembakan berawal dari terjadinya
lakalantas atau tabrakan terhadap seorang ibu atas nama Mina
Kowi/Mandacan sekitar pukul 18:30 WP. Korban ditabrak oleh pengendara
ojek (kendaraan angkutan penumpang roda dua/motor). Dari tabrakan
tersebut korban menderita patah kaki dan dilarikan untuk mendapat
perawatan di RSUD Manokwari.
( berita selengkapnya)
|
|
|
Pantauan Awal
September 2010:
Kesehatan.
Jayapura, 20 September 2010. Perhatian terhadap kesehatan di Papua
pada awal bulan ini diawali oleh pemberitaan bahwa kesehatan warga
Papua meningkat. Berdasarkan data Diskes Provinsi Papua tahun 2008
derajat kesehatan masyarakat Papua mengalami perubahan ke arah lebih
baik mencapai 72 persen. Hal ini tidak berarti kurang gizi tidak ada
sama sekali namun upaya penanggulangannya terus dilakukan dengan
berbagai program penyuluhan (Bintang Papua, 03/09/2010).
Terlepas dari kabar baik ini, usaha berbagai pihak dalam meningkatkan
derajat kesehatan masyarakat terus digalang. Entah berupa pengobatan
gratis, realisasi jamkesda, penanggulan HIV/AIDS, perhatian terhadap
ODHA hingga pemberatasan makanan dan minuman kadaluarsa.
( berita selengkapnya)
|
Yuli, Perawat
ODHA
di
Rumah
Surya
Kasih
|
|
Pemilik Tanah
Ulayat Menolak Peremajaan Sawit di Arso.
Jayapura, 18 September 2010. Kebun kelapa sawit di Arso yang
terletak di Kabupaten Keerom, usianya sudah hampir mencapai tiga puluh
tahun. Saat ini kelapa sawit yang ditanam sekitar tahun 1982/1983 itu
produksinya semakin menurun. Kondisi ini membuat pemerintah dan
perusahaan PTPN II Kebun Arso berniat untuk melakukan peremajaan
kembali. Namun rencana ini ditolak oleh pemilik hak ulayat.
Pak Herman Fatagur, salah satu pemilik hak ulayat di Workwana, dengan
tegas menolak rencana peremajaan sawit. ( berita selengkapnya)
|
Herman
Fatagur, Pemilik Ulayat
|
|
Pantauan Awal
September 2010:
Kemiskinan, Penanganan Pasca Gempa, dan Ketahanan Pangan.
Jayapura, 17 September 2010. Kemiskinan. Kepala BPS
Provinsi Papua mengatakan bahwa ada penurunan jumlah penduduk miskin,
meskipun wajah kemiskinan di Papua masih tersebar di mana-mana. Badan
Pusat Statistik Provinsi Papua menyebutkan adanya penurunan jumlah
penduduk miskin di Papua pada 2009. Perbandingannya ialah 37,53% pada
2009 dari 40,78% pada 2007. Konsep yang digunakan ialah kemampuan
memenuhi kebutuhan dasar (basic needs approach). Penurunan ini menurut
Kepala BPS Provinsi Papua, Ir.Djarot Soetanto, karena program respek
yang dibuat oleh pemerintah bisa mendorong pembangunan di
kampung-kampung. Hal yang sama terjadi di Provinsi Papua Barat. Menurut
BPS Provinsi Papua Barat, angka penduduk miskin per maret 2009 adalah
256.840 (34,71%), turun sebesar 0,23% atau sebanyak 590 rumah (Suara
Perempuan Papua, 02-08 September 2010). ( berita selengkapnya)
|
Beberapa
Media Lokal Papua, Sebagai Sumber Informasi Pemantauan
|
|
Pantauan Awal
September 2010:
Pemilukada, Raperdasus, dan Sebelas Kursi DPRP.
Jayapura, 16 September 2010. Panggung perpolitikan Papua pada awal
september 2010 diwarnai oleh drama pemilukada. Selain itu juga oleh
berbagai usaha menetapkan perda, terutama perda tentang miras dan
perdasus yang melindungi Orang Asli Papua Tak lupa pula munculnya
berbagai tanggapan atas ditetapkannya 11 kursi tambahan di DPRP oleh
Mahkamah Konstitusi. Proses pemilukada tidak berjalan sebagaimana
mestinya. Hal ini diakibatkan oleh adanya berbagai macam pelanggaran
yang terjadi di lapangan saat pemilukada itu berlangsung. Baik itu
berupa dana pemilukada, isu money politic, keterlibatan para anggota
KPU, PNS dan pejabat hingga calon bupati yang bermasalah. ( berita selengkapnya)
|
Beberapa
Media Lokal Papua, Sebagai Sumber Informasi Pemantauan
|
|
Mari Kembali
Melangkah.
Jayapura, 1 September 2010. Sejak tanggal 27 sampai dengan 31
Agustus 2010, seluruh staf SKPKC Fransiskan Papua melaksanakan rapat
kerja (raker) tengah tahun di Sentani. Raker ini direncanakan
dilaksanakan pada bulan Juli 2010, namun kali ini mundur dari jadwal
semula. Mundurnya pelaksanaan raker tengah tahun merupakan suatu
catatan khusus bagi lembaga ini. ( berita
selengkapnya)
|
Alexandro
Rangga, Unit Informasi dan Dokumentasi SKPKC
|
|
Memberi
Perhatian Terhadap Persoalan HIV/AIDS.
Jayapura, 20 Agustus 2010. "Gereja Katolik memberi perhatian yang
amat tinggi terhadap persoalan kemanusiaan di Tanah Papua", demikian
ungkap Ketua KPA (Komisi Penanggulangan AIDS) Provinsi Papua, Konstan
Karma, dalam kesempatan perayaan ulang tahun Rumah Surya Kasih yang
pertama, 19 Agustus 2010, di Waena-Jayapura. "Tanpa mengabaikan yang
lain, Gereja Katolik mempunyai kesan dan kekhasan yang sangat kuat".
Gereja Katolik telah memberi perhatian untuk menjawab persoalan
HIV/AIDS di Papua dengan memberi pelayanan yang luar biasa, bukan hanya
dalam bentuk kata-kata namun juga tenaga, pikiran dan tentu bangunan
rumah yang bisa ditempati para ODHA. ( berita
selengkapnya)
|
Leony Sutanto Anggota
kelompok
ADCC
dari
SMU
Teruna
Bakti
|
|
Pemanfaatan
Teknologi Informasi Untuk Advokasi.
Jayapura, 14 Agustus 2010. Sejak kamis (12/08) sampai Jumat
(13/08), Greenpeace bekerja sama dengan Papua Forest Watch dan SKPKC
Fransiskan Papua menyelenggarakan pelatihan informasi teknologi di
Kantor Telkom, Kayu Batu, Jayapura. Pelatih untuk kegiatan
ini dari Greenpeace Asia Tenggara yaitu Bobby Soriano dan Francis De La
Cruz. Sementara peserta pelatihan sebanyak 15 orang dari berbagai
lembaga di Papua seperti Yayasan Triton (Sorong), Jasoil (Manokwari),
FOKER, YALI, PPMA, PFW, media JUBI dan SKPKC OFM Papua. ( berita selengkapnya)
|
Luis
Fenenteruma Peserta Pelatihan Teknologi Informasi
|
|
Program MIFEE
Merampas Hak Hidup Masyarakat Papua.
Jayapura, 11 Agustus 2010. Pemerintah pusat dan pihak investor
masih cenderung melihat tanah Papua ini tidak bertuan. Mereka hanya
mempeta-petakan sumber daya alam dan tanah sementara manusianya tidak
dihiraukan. Sejak konggres nasional Papua ke II, agenda Dewan Adat
Papua adalah menyelamatan manusia Papua dan alam lingkungan Papua
termasuk tambang, hutan, laut, sungai, untuk sebesar-besarnya
kepentingan masyarakat adat Papua. ( berita selengkapnya)
|
Sdr Fredy
Pawika OFM Koordinator KKRS STFT
|
|
Pemerintah
Masih Abaikan Hak Ekosob .
Jayapura, 4 Juli 2010. Hak atas ekonomi, sosial dan budaya masih
diabaikan oleh pemerintah. Hak dasar setiap penduduk yakni hak atas
pendidikan dan kesehatan masih jauh dari standar. Pemerintah tak
terlalu mempedulikannya. Otsus sudah diterapkan supaya bisa memenuhi
hak-hak dasar ini, namun hingga kini tidak terakomodir. ( berita selengkapnya)
|
Pak
Ilham, Pemateri Training Monitoring Hak Ekosob
|
|
Kantor SKPKC
Diharapkan Menjadi Sarana Pewartaan Injil.
Jayapura 1 Juli 2010. Ordo Fratrum Minorum (OFM) pertama kali
menginjakkan kaki di tanah Papua pada 16 Maret 1937. Para misionaris
Fransiskan memulai karya misi perdana di Kokonao, daerah Mimika, dan
kemudian sampai di Jayapura. Mereka berkarya di berbagai bidang
pelayanan yang langsung menyentuh kehidupan orang Papua, antara lain
pendidikan, pertanian, perkebunan, pertukangan, kesehatan, panti asuhan
dan tentu saja di paroki-paroki. Salah satu karya yang ditangani adalah
SKP (Sekretariat Keadilan dan Perdamaian). ( berita selengkapnya)
|
Sdr Gabriel
Ngga OFM Memberkati Kantor SKPKC
|
|
Mengukur
Keberhasilan Program MDG's di Papua.
Jayapura, 24 Mei 2010. Untuk mengetahui penerapan program Millenium
Development Goals (MDG's) di Papua, maka WWF Regional Sahul-Papua
menyelenggarakan seminar sepekan berlangsung di Balai Taman Nasional
Lorenz, Wamena. Kegiatan ini bertujuan melihat penerapan MDG's di Papua
yang sudah dicanangkan oleh pemerintah sejak tahun 2000 dan akan
berlangsung hingga tahun 2015. MDG's mencakup 8 bidang utama yakni
kemiskinan, pendidikan, penurunan angka kematian anak, peningkatan
kesehatan ibu, memerangi HIV/AIDS, malaria dan penyakit menular,
menjamin kelestarian lingkungan hidup dan mengembangkan kemitraan
global untuk pembangunan. ( berita selengkapnya)
|
Sdr Pit
Supardi OFM, Peserta Pelatihan Penerapan MDG's dari SKPKC
|
|
Pertambangan
Degewo-Paniai Memberikan Dampak Buruk Bagi Masyarakat dan Lingkungan :
Seminar SKP KC Fransiskan Papua.
Jayapura, 26 Januari 2010, Divisi Ekologi Sekretariat Keadilan,
Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan Fransiskan Papua melaksanakan Seminar
hasil Penelitian Pertambangan Degewo dengan judul, Dampak Hadirnya
Pertambangan Bagi Masyarakat Di Baya Biru Degewo/Kemabu, Kabupaten
Paniai. Hadir pada seminar penelitian 22 orang mewakili: Garda Papua,
ALDP, STFT, USTJ, AISWM, AMPTPI, SPP, Tabloid JUBI, PBI, WWF dan SKP
KC.Seminar dibuka oleh Direktur SKP KC Fransiskan Papua, Br.Rudolf
Kambayong, ofm. Dalam sambutannya Br.Rudolf, ofm mengatakan
pertambangan emas di Baya Biru hadir telah terdengar sejak 2002 bahwa
masyarakat mengeluh karena hak mereka diganggu termasuk lingkungan
rusak. Hari ini kita akan mendengar hal yang sama dan mungkin situasi
lebih buruk lagi. Situasi tidak akan berubah jika ini semua dilihat
sebagai informasi saja. ( berita selengkapnya)
|
Thobias
Bagubau Ketua Aliansi Intelektual Suku Wolani dan Moni (AISWM)
|
|
Menghadirkan
Kembali Taman Firdaus yang Diciptakan Allah: Peletakkan Batu Pertama
Gedung Kantor Keadilan Perdamaian dan Keutuhan Ciptaan (KPKC)
Jayapura, 29 Agustus 2009, Menghadirkan kembali taman firdaus yang
diciptakan Allah diwujudkan dengan kehadiran kantor SKPKC oleh Ordo
Fratrum Minorum (OFM)di Tanah Papua. Setelah melewati proses
perencanaan dan perancangan teknis, maka tanggal 10 Agustus 2009
diadakan pembangunan kantor SKPKC yang ditandai dengan peletakkan batu
pertama oleh Pimpinan OFM Kustodi Fransiskus Duta Damai. Turut hadir
dalam acara tersebut mitra SKP; Olga Hamadi dari KONTRAS, Anike Merino
dari KPKC Sinode GKI , seluruh karyawan SKP, dan saudara-saudara
Noviasiat OFM Sentani. Dalam sambutannya Sdr Gabriel Ngga, OFM selaku
Kustos Duta Damai Tanah Papua mengatakan : kehadiran kita di sini untuk
meletakkan batu pertama Rumah SKPKC, kita memulainya dalam nama Tuhan,
karena pembangunan rumah ini adalah sebagai : alat memuliakan nama
Tuhan, memperhatikan martabat manusia dan keutuhan ciptaan ( berita selengkapnya)
|
Sdr Gabriel
Ngga OFM, Kustos Kustodi Fransiskus Duta Damai Papua
|
|
Mama-Mama
Pedagang Asli Papua Tagih Janji Pembangunan Pasar: DPR Papaua Gelar
Rapat Pansus
Jayapura, 9 Juni 2009, Setelah sekian lama vakum dan sibuk
berkampanye ke basis masing-masing dalam rangka pemilihan calon anggota
legislatif untuk periode berikut, pada hari Rabu (3/6) Pansus
Pembangunan Pasar Modern Bagi Mama-Mama Pedagang Asli Papua menggelar
rapat dengan pihak Pemprov Papua, yakni dengan SKPD (Satuan Kerja
Perangkat Daerah) yang terkait dengan pembangunan pasar.
Diakhir masa bakti anggota Pansus pembangunan pasar yang tinggal
beberapa bulan lagi dan perasaan dikhianati oleh eksekutif, Pansus
segera bereaksi dengan memanggil pihak eksekutif untuk menanyakan
alokasi anggaran bagi pembangunan pasar yang tidak dilakukan, padahal
sudah disetujui bersama antara legeslatif dan eksekutif. Walau terkesan
lambat dalam menjalankan fungsi kontrol dan pengawasan terhadap
angggaran yang telah diusulkan saat sidang pembahasan APBD TH 2009,
pada bulan Desember 2008, namun upaya ini patut didukung. ( berita selengkapnya)
|
Yan Ayomi , Ketua Pansus Pasar DPR Papua
|
|
Mama-Mama
Pedagang Asli Papua Tagih Janji Pemerintah Bangun Pasar: Tim Lobi
SOLPAP Gelar Pertemuan dan Konferensi Pers
Jayapura, 6 Juni 2009, Pertemuan berlangsung di Kantor Keuskupan
Jayapura, pada Jumat, 29 Mei 2009. Direktur SKP Keuskupan Jayapura
selaku Koordinator Tim Lobi SOLPAP mengatakan pertemuan kali ini
bertujuan menyikapi kesimpangsiuran pembangunan pasar bagi Mama-Mama
Pedagang Asli Papua yang berjualan di Kota Jayapura. "Pokok
permasalahan sekarang, ada pihak yang mengatakan anggaran pembangunan
pasar bagi Mama-Mama telah dialokasikan, tetapi ada juga pihak yang
mengatakan tidak dianggarkan bahkan tidak ada uang. Berkaitan dengan
soal ini, apa yang harus kita lakukan? ( berita
selengkapnya)
|
Mientje
Roembiak, Pokja Perempuan MRP
|
|
Pemprov Belum
Tepati Janji Bangun Pasar bagi Mama-Mama Pedagang Asli Papua (MPAP) :
Tim SOLPAP Gelar Rapat Koordinasi Advokasi
Jayapura, 30 Mei 2009,Mama-Mama Pedagang Asli Papua (MPAP) telah
lama berjuang untuk mendapatkan pasar di Kota Jayapura, tetapi usaha
dan perjuangan belum menemui titik terang, karena hingga saat ini
Pansus Pasar DPRP yang telah terbentuk sejak 23 September 2008 belum
melaksanakan tugasnya secara maksimal. .( berita
selengkapnya)
|
Yusthea
Waromi, perwakilan MPAP
|
|
Pemberdayaan
kelompok Basis : Pelatihan CO
Jayapura, 30 Mei 2009,Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP)
Keuskupan Jayapura melaksanakan pelatihan pengorganisasian kelompok
basis. Pelatihan berlangsung selama tiga hari, 11-13 Mei 2009 diikuti
oleh staf SKP, relawan SKP, dan beberapa kelompok basis, di antaranya
Komunitas Bersatu untuk Kebenaran (BUK), Perwakilan Mama-Mama Pedagang
Asli Papua (MPAP), dan Perwakilan Ojek Abepura. .( berita selengkapnya)
|
Roem
Topatimasang, fasilitator pertemuan
|
|
Analisis
Triwulan papua : Papua Aktual No.15
Jayapura, 30 Mei 2009,Sesuai
dengan visinya untuk memberikan informasi yang tepat dan aktual kepada
khalayak ramai, SKP Jayapura kembali menerbitkan Seri Papua Aktual No.
15 yang merangkum situasi HAM di Papua selama Julil-September 2008.
Tulisan
ini merangkum berbagai kejadian penting di Tanah Papua baik di bidang
hak- hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya.(
laporan
selengkapnya)
|
Seri Papua
Aktual No. 15
|
|
Memoria
Passionis 2006: Buku SKP Terbaru
Jayapura, 30 Mei 2009, Jayapura, 13 Mei 2009. Buku ini merupakan Seri Memoria Passionis No. 19 sebagai bagian
dari rangkaian terbitan tahunan SKP tentang situasi politik dan HAM di
Papua sejak terbitan pertama tahun 1999. Buku ini merekam kehidupan
nyata harian rakyat Papua di berbagai tempat di Tanah Papua selama
2006. Isinya mencakup dimensi hak-hak sipil dan politik serta hak-hak
ekonomi, sosial, dan budaya seperti dirumuskan dalam dua kovenan PBB
tentang daftar hak-hak tersebut. Dimensi hak hidup orang Papua;
dinamika pertahanan dan keamanan yang menjadi unsur amat kuat dalam
kebijakan pembangunan Papua; berbagai konflik di Papua dan usaha-usaha
menanganinya, Buku ini dapat dibeli di toko buku Gramedia Jayapura.
( pemesanan )
|
Buku SKP
Terbaru
|
|
Sidang Kasus
Makar Buchtar Tabuni: Tahap Pemeriksaan Saksi
Jayapura, 25 Maret 2009, Setelah menjalani empat kali tahap
pemeriksaan, kali ini Buchtar Tabuni menjalani pemeriksaan tahap ke
lima. Buchtar Tabuni dibawa oleh mobil kejaksaan dan digiring oleh dua
truk Polisi menuju Pengadilan Negeri Abepura dari arah Jayapura pada
tanggal 25 Maret 2009 sekitar pukul 09.00 WP. Seperti sidang-sidang
sebelumnya, pihak polisi melakukan pengawalan ketat. Pihak keamanan
terdiri dari kesatuan Samapta, Reskrim (Polresta, Polsek Abepura), dan
Brimobda Papua ( termasuk tim gegana) dengan menggunakan senjata
lengkap. Tepat pukul 10.30 sidang dibuka oleh Majelis Hakim yang
diketuai oleh Manungku Prasetyo, SH dengan hakim anggota masing-masing
Lucky Rombot Kalalo, SH dan Hotnar Simarmata, SH. Sebelum memulai
sidang Buchtar Tabuni ditanyai tentang kesehatannya. Sidang dapat
dilaksanakan karena Buchtar Tabuni dalam keadaan sehat ketika ditanyai.
Sidang dilanjutkan dengan menanyakan keterangan saksi-saksi
( berita
selengkapnya)
|
Buchtar
Tabuni,
terdakwa kasus makar
|
|
"Melindungi
Hak Hidup Orang Papua": SKP se-Papua Gelar Raker Tahunan
Jayapura, 1-4 Maret 2009 Forum Sekretariat Keadilan dan Perdamaian
(SKP) se-Papua yang terdiri dari SKP Keuskupan Agung Merauke, SKP
Jayapura, SKP Manokwari-Sorong, SKP Keuskupan Agats dan SKP Keuskupan
Timika melaksanakan Rapat Kerja (Raker) Tahunan VII di Sentani. Raker
kali ini mengambil tema umum "Melindungi Hak Hidup Orang Papua".
Peserta
yang
hadir
dalam
raker
ini
berasal
dari
kelima
SKP,
narasumber
dan
para
mitra
Raker
berlangsung
selama
empat
hari
ditambah
sehari
untuk rekreasi. Hari pertama diisi dengan 1) laporan koordinator SKP
se-Papua, 2) laporan program restrukturisasi SKP se-Papua, 3) rangkuman
fasilitator dan 4) laporan konsultan program restrukturisasi. Pada hari
kedua dilanjutkan dengan 1) berbagi pengalaman kerja, tantangan dan
pergumulan SKP-SKP dalam karya dan 3) paparan materi nara sumber. Hari
ketiga, 1) laporan masing-masing SKP dan 2) pembagian kelompok diskusi.
Pada hari keempat dilakukan presentasi dari setiap kelompok kerja dan
penyusunan rencana kegiatan bersama SKP se-Papua 2009. Hari terakhir
diisi dengan rekreasi bersama di Pantai Amai-Depapre untuk menikmati
indahnya alam dan bergembira ria bersama.
( berita
selengkapnya)
|
P.Dicky Ogi
MSC,
Koordinator SKP Papua
|
|
"Terimakasih
Br. Budi ofm, Selamat Berkarya Br. Rudolf ofm"
Jayapura, 12 Januari 2009 Kantor
Sekretariat Keadilan dan
Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura melakukan serah terima jabatan
Direktur SKP di Ruang Rapat Kantor Keuskupan Jayapura. Serah terima
jabatan dilakukan dari Direktur lama, Br. J. Budi Hernawan ofm kepada
Direktur baru, Br. Rudolf Kambayong
ofm.
Acara ini dihadiri oleh Badan
Pendiri (BP) SKP, Uskup Jayapura, Mgr. Dr. Leo Laba Ladjar ofm dan
Kustos Kustodi Fransiskus Duta Damai Papua, Pastor Gabriel Ngga ofm
serta Delegat Keuskupan untuk SKP, Bapak Erhardus Desa. Selain itu
hadir pula undangan dari KPKC Sinode Kingmi, Pdt. Dr. Beny Giay,
Sekretaris Eksekutif FOKER LSM Papua, Septer Manufandu, Ketua Kontras
Papua, Harry Maturbongs, Koordinator Bersatu Untuk Kebenaran (BUK),
Peneas Lokbere, dan Ibu Miriam Ambolon dari DPRP serta seluruh staf
SKP. ( berita
selengkapnya)
|
Br.
Rudolf
OFM, Direktur SKP baru
|
|
290 Pasien
Mendapatkan Pengobatan di Distrik Kwiyawage, Kabupaten Lanny Jaya
Jayapura, 25 November 2008 Selama
tiga hari (17-19 Nopember 2008),
tim SKP-Keuskupan Jayapura yang
terdiri dari dr. Isye Ayomi, Sr. Wanda, Br. Agus A dan Br. Edy R
mendapat kesempatan untuk melayani 290 pasien di Distrik Kwiyawage. Tim
SKP merencanakan akan tinggal satu minggu di Kwiyawage sejak jumat, 14
Nopember 2008 namun karena kesulitan transportasi maka waktu yang
tersedia hanya tersisa 3 hari, sementara itu kegiatan pengobatan hanya
bisa dilakukan dalam 2 hari (18-19 November 2008). Kegiatan pengobatan
di Kwiyawage dilaksanakan bersama-sama dengan seorang mantri (Bpk
Timoty), seorang bidan (Mama Pina) dan dua kader kesehatan dari Distrik
Kwiyawage. Waktu pengobatan masyarakat berlangsung dari pagi sampai
sore pada 18 Nopember sedangkan 19 Nopember 2008 waktu pelayanan sangat
singkat (hanya 2 jam) karena pesawat Caravan milik MAF segera tiba di
Kwiyawage dari Pogapa menuju Wamena. ( berita
selengkapnya)
|
Wajah
Perempuan Kwiyawage
|
|
Olah Kompos
dan Daur Ulang Kertas
Jayapura, 3 November 2008 Sekitar
50 orang muda Katolik di Paroki Sang Penebus-Sentani bersama dengan Tim
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura
menyelenggarakan kegiatan aksi olah sampah pada 11 Oktober 2008.
Kegiatan aksi olah sampah juga dilaksanakan pada tanggal 18 Oktober
2008 di Paroki Santo Fransiskus Asisi-APO yang diikuti sekitar 12
orang. Kegiatan ini dilaksanakan dengan alasan untuk meningkatkan
kepedulian kaum muda terhadap masalah sampah yang terus meningkat di
lingkungan sekitar kita dan untuk memperingati Pesta St. Fransiskus
yang jatuh tanggal 4 Oktober. Oksi olah sampah meliputi dua kegiatan
yaitu pengolahan sampah organik menjadi pupuk kompos dan pengolahan
sampah kertas menjadi kertas daur ulang. ( berita
selengkapnya
)
|
Br.
Edy, Koordinator Unit Ekopastoral SKP
|
|
"Kami
Mama-Mama Asli Papua Butuh
Pasar yang Layak di Tengah Kota"
Jayapura, 17 Oktober 2008 Sekitar
lima ratusan mama-mama pedagang asli Papua yang selama ini berjualan di
depan Galael, Ampera dan pasar pagi Paldam serta sejumlah mahasiswa
Uncen dan simpatisan melakukan demo damai ke Kantor Wali Kota Jayapura
(10/10). Sebelum berangkat ke Kantor Wali Kota massa berkumpul di Taman
Imbi Jayapura sejak pk. 07.30 WP dan melakukan orasi-orasi. ( berita selengkapnya
)
|
Walikota
Jayapura M.R. Kambu
|
|
Eks Pengungsi
di Batom memprihatinkan
Jayapura, 10 Oktober 2008 Tim
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura yang
terdiri atas Sdri. Rosa Moiwend, Sdr. Herman Katmo, Sdr. Petrus Supardi
OFM, dan Tim Medis Rumah Sakit Dian Harapan Waena, dr. Bony, Mantri
Frans dan Mantri Yulius melakukan kunjungan dan pengobatan selama 4-9
Oktober 2008 di Distrik Batom. Turut mendampingi tim ini ialah Pastor
Hilarius Pekey Pr, Pastor Paroki Oklip. Kunjungan kali ini merupakan
kunjungan SKP yang kedua, sebelumnya pernah dilakukan kunjungan dan
pengobatan pada 16-21 Mei 2007. ( berita
selengkapnya
)
|
Anak-anak
eks pengungsi di Batom
|
|
Merayakan hari
damai? Mari Goyang
regae!
Jayapura, 24 September 2008. Begitulah
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian Keuskupan Jayapura merayakan hari
Damai Se-Dunia 21 September dengan menggelar pentas musik regae di
halaman Bikda, Jl. Percetakan, Jayapura, (20/9), yang dihentakkan oleh
sembilan grup band. Dalam kerjasama dengan Komunitas Rasta Kribo Papua
dan FOKER LSM Papua, SKP menggelar pentas musik yang menghipnotis
ratusan orang muda untuk mengekspresikan diri dalam tari, lagu, mob,
dan puisi dengan tema "Papua Tanpa Penyiksaan, Menuju Papua Baru Penuh
Damai". ( berita
selengkapnya )
|
Papua
Bebas dari Penyiksaan
|
|
Mama-mama
Papua tuntut Pasar
Jayapura, 20 September 2008. Sekitar
seratus orang mama-mama pedagang asli Papua yang didampingi oleh
Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura dan
didukung sekitar 50 orang mahasiswa di Jayapura mengadakan aksi demo
damai ke kantor DPR Papua pada Kamis (18/9) yang lalu. Pengunjung rasa
menuntut pembangunan pasar bagi mama-mama Papua yang sudah dijanjikan
oleh Pemkot Jayapura dan Pemprov Papua sejak 2004. ( berita selengkapnya
)
|
Yuliana
Pigai berorasi
|
|
Dewan Adat
Papua Tuntut Pengungkapan
Kasus Pembunuhan Opinus Tabuni
Jayapura, 19 September 2008. Dewan
Adat Papua menggelar demo damai (17/9) ke Kantor Dewan Perwakilan
Rakyat Papua yang diikuti ribuan massa yang dipimpin langsung oleh
Ketua Dewan Adat Papua, Forkorus Yaboisembut didampingi oleh Ketua
Dewan Adat Lembah Balim, Lemok Mabel, Kepala Pemerintahan Adat, Fadal
Al Hamid, dan Sekretaris DAP, Leo Imbiri. Selain itu, turut mendampingi
Pimpinan DAP adalah penasihat hukum kasus penembakan di Sinapup, Wamena
antara lain Iwan Niode, SH dan Latifah Anum Siregar SH, dan juga
Sekjend Presidium Dewan Adat Papua, Thaha Alhamid, beserta ibu. ( berita selengkapnya
)
|
Salah
seorang pendemo berorasi
|
|
173 orang
meninggal di Kabupaten
Dogiyai
Jayapura, 30 Juli 2008. 173
orang meninggal di Lembah Kamuu, Kabupaten Dogiyai, dan di Distrik
Obano, Kabupaten Paniai akibat muntaber dan kolera sejak April 2008.
Demikian siaran pers oleh Pdt. Benny Giay dari Biro Keadilan dan
Perdamaian Sinode KINGMI, Br. J. Budi Hernawan OFM dari SKP Keuskupan
Jayapura, Fr. Saul Wanimbo dari SKP Keuskupan Timika, dan Pdt. Dora
Balubun dari KPKC Sinode GKI di Tanah Papua yang digelar dalam jumpa
pers di Kantor Keuskupan Jayapura pada 28 Juli 2008 yang lalu. ( berita selengkapnya
)
|
Pdt.
Benny Giay
|
|
Lanjutan
Latihan Pembukuan Dasar Bagi
Mama-Mama Pedagang Asli Papua
Jayapura, 26 Juli 2008. Setelah
sebelumnya (15/6), mengadakan pelatihan pembukuan dasar bagi Mama-Mama
Pedagang Asli Papua. Pada hari minggu (20/7), bertempat di Balai
Pertemuan Gereja St Fransiskus, APO, SKP Keuskupan Jayapura kembali
mengadakan pelatihan pembukuan dasar lanjutan yang kedua kalinya bagi
Mama-Mama. Walau lambat dari waktu seharusnya, pelatihan ini berjalan
baik dan berlangsung dari pukul 14.30-15.30 WIP dan dihadiri oleh 39
orang Mama-Mama. ( berita
selengkapnya )
|
Ibu
Nelly Pekei Anggota Kelompok Mama Pasar
|
|
Perkebunan
Sawit Rugikan Masyarakat
Arso
Jayapura, 8 Juli 2008. Guna
merayakan ultahnya ke-10 yang jatuh pada 1 Juli 2008, Sekretariat
Keadilan dan Perdamaian (SKP) Jayapura menggelar diskusi panel sehari
dengan tema "Perkebunan Sawit dan Kesejahteraan Masyarakat Arso" (5/7)
di Gedung Kesenian Imbi Jayapura. Berdasarkan penelitiannya, SKP
berkesimpulan bahwa petani sawit khususnya masyarakat pribumi mengalami
kerugian besar (kemunduran) dalam pelbagai bidang kehidupan
(lingkungan, ekonomi, sosial budaya, hak ulayat dan keamanan) sejak
hadirnya perkebunan sawit PTPN
II
Tanjung
Morawa
di Arso tahun
1982/1983. ( berita
selengkapnya )
|
Ibu
Lin Petani Sawit Arso
|
|
Latihan
Pembukuan Dasar Bagi
Mama-Mama Pedagang Asli Papua
Jayapura, 24 Juni 2008. Guna
membantu Mama-Mama Pedagang Asli Papua mengatur keuangan hariannya, SKP
melalui Unit Penguatan Basis yang selama ini bekerja mendampingi
komunitas Mama-Mama pedagang Asli Papua yang berjualan di wilayah
Gelael , Jalan Irian, Depan Bank Papua dan wilayah Ampera di pusat Kota
Jayapura, memberikan pelatihan mengenai cara membuat pembukuan dasar
secara sederhana, setelah sebelumnya melakukan sosialisasi mengenai
Perda Kota Jayapura No.8 Tahun 2003 Tentang Pengelolaan Pasar. ( berita selengkapnya
)
|
Anggota
Kelompok Mama Pasar
|
|
Laporan
praktik penyiksaan di Aceh
dan Papua diluncurkan
Jayapura, 28 April 2008. SKP
Jayapura, JPIC GKI di Tanah Papua, Imparsial dan Human Rights Working
Group meluncurkan laporan praktik penyiksaan di Aceh dan Papua
1998-2008 bertempat di Teater Utan Kayu, Jakarta (25/4). Laporan
tersebut telah diserahkan kepada Komite
Anti Penyiksaan PBB yang akan
mengadakan sidang pembahasan laporan Pemerintah Indonesia pada tgl. 5-7
Mei 2008 di Jenewa, Swiss. Dalam laporan tersebut, sebanyak 242 kasus
penyiksaan di Papua didokumentasikan dari berbagai laporan
Gereja-gereja, LSM, dan Komnas HAM selama periode 9 tahun. Hanya satu
kasus penyiksaan (Kasus Abepura 7 Desember 2000) dibawa ke Pengadilan
HAM dan itupun semua terdakwa dibebaskan. ( lihat berita khusus
)
|
Buku
SKP Terbaru
|
|
Pemekaran
Jayawijaya membingungkan
Jayapura, 15 Maret 2008. "Masalah
pemekaran itu urusan orang-orang atas, saya pelayan Tuhan, oleh sebab
itu, sejauh yang saya tahu jemaat saya disini tidak pusing dengan
pemekaran itu. Saya tidak tahu apakah memang tidak tahu jadi malas tahu
ka..atau kenapa..???? Tapi yang jelas jemat saya tidak tahu menahu
tentang pemekaran, anak. Jadi anak, ide pemekaran itu mungkin dari
Bupati dorang saja ka, sebab kami ini tidak tahu soal itu. Manen
(oleh karena itu), tidak papa
(tidak masalah), anak dong
(kalian) buat saja karena masyarakat ini di buat bingung dengan
macam-macam pemekaran ni". ( berita
selengkapnya
)
|
Ibu
& Anak di Balim
|
|
KMMPP Tagih
Janji Pembubaran MRP
Jayapura, 21 Februari 2008. Sekitar
lima puluhan orang perwakilan Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli
Papua (KMMPP) kembali menempati janjinya dengan mendatangi MRP untuk
mendengarkan hasil keputusan rapat MRP pada Jumat (15/2) tentang usul
pembubaran MRP. ( berita
selengkapnya )
|
Lagi
Demo KMMPP
|
|
KMMPP tuntut
MRP bubarkan diri
Jayapura, 14 Februari 2008. Inkonsistensi
pemerintah pusat terhadap penerapan UU No. 21 tahun 2001 tentang
Otonomi Khusus menyebabkan enam ratusan massa yang menamakan dirinya
Koalisi Mahasiswa dan Masyarakat Peduli Papua (KMMPP) mendatangi MRP
pada Senin (12/2) dan meminta MRP segera mengadakan sidang istimewa
dalam waktu dekat untuk membubarkan diri. ( berita
selengkapnya
)
|
Demo
KMMPP
|
|
Penjual Noken
Bendera Bintang Kejora
Ditangkap
Jayapura, 16 Januari 2008. Hari
Selasa, 8 Januari 2008, sekitar pukul 18.20 menit, tiga orang
berpakaian preman mengaku anggota Polres Jayapura mendatangi tempat
berjualan mama pedagang asli Papua, di depan halaman Kantor Telkom, Jl.
Ahmad Yani, Jayapura. Mama-mama penjual kerajinan tangan bercorak
Bendera Bintang Kejora dipaksa untuk berhenti menjual kerajinan karena
melanggar peraturan, yaitu PP No. 77 Tahun
2007.
Tiga mama, yakni Yohana
Pigome, Agustina Doo dan Ice Pigome
dipaksa ke Polresta Jayapura agar memberikan keterangan. Masyarakat dan
mahasiswa yang kebetulan lewat di tempat tersebut lalu ikut serta
mendampingi mama-mama ke Polresta Jayapura. Setelah dimintai
keterangan, ketiga mama tersebut sempat dipaksa untuk menandatangani
surat pernyataan tidak akan menjual kerajinan tangan bercorak Bintang
Kejora, paling lambat hari Selasa, 15 Januari 2008. Namun ketiga mama
tidak menandatangani pernyataan tersebut dengan alasan bahwa noken itu
hanya kreasi untuk menarik minat demi mencari nafkah. Kedua mama
tersebut kemudian dilepaskan oleh Polresta Jayapura kurang lebih pukul
22.00 WIP. ( berita
selengkapnya )
|
Mama-mama
Penjual Noken
|
|
Memoria
Passionis 2005: Buku SKP
Terbaru!
Jayapura, 10 Oktober 2007. Buku
ini merupakan Seri
Memoria Passionis No. 16
sebagai bagian dari rangkaian terbitan tahunan SKP tentang situasi
politik dan HAM di Papua sejak terbitan pertama tahun 1999. Tulisan ini
juga menjadi sumbangan kecil dari SKP untuk mencatat cerita-cerita
kecil, cerita orang kalah, cerita orang kampung di Tanah Papua yang
(ingin) segera dilupakan oleh banyak pihak karena cerita itu akan
membangkitkan kekuatan jika terkumpul menjadi ingatan penderitaan
sebangsa (memoria passionis).
Cerita-cerita itu dikumpulkan menjadi kisahan sepanjang tahun 2005 yang
memiliki benang merah untuk menjadi tali penyambung ikatan sejarah masa
lampau, kini, dan masa depan. Ingatan kolektif inilah yang memelihara
eksistensi suatu bangsa, termasuk bangsa Papua, karena ingatan itulah
yang menjadi sejarah. Inilah pentingnya memelihara ingatan orang
kecil-miskin-tertindas.
|
Buku
Terbitan SKP Terbaru
|
|
Analisis
Triwulan Papua
Jayapura, 30 September 2007. Sesuai
dengan visinya untuk memberikan informasi yang tepat dan aktual kepada
khalayak ramai, SKP Jayapura kembali menerbitkan Seri Papua Aktual No.
10 yang merangkum situasi HAM di Papua selama April-Juni 2007. Tulisan
ini merangkum berbagai kejadian penting di Tanah Papua baik di bidang
hak- hak sipil dan politik maupun hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya.
( laporan
selengkapnya )
|
Seri
Papua Aktual No. 10
|
|
Perayaan Hari
Damai se-Dunia: 21
September 2007
Jayapura, 21 September 2007. Hari
damai internasional yang ditetapkan oleh Perserikatan Bangsa-Bangsa
(PBB) pada tanggal 21 September di seluruh dunia, tahun ini diperingati
juga di kota Jayapura. Peringatan hari damai ini dimotori oleh SKP
Keuskupan Jayapura dan Forum Konsultasi Para Pemimpin Agama (FKPPA).
Serangkaian kegiatan dilaksanakan: seruan damai oleh para pemimpin
agama di wilayah pelayanannya masing-masing dimulai pada tanggal 15
September hingga akhir bulan, pemasangan spanduk dengan seruan "Mau
Papua Damai? Stop Miras dan HIV/AIDS" dan "Papua Tanah Damai Milik Kita
Semua" pada sejumlah titik di kota Jayapura, Abepura dan Sentani pada
tanggal 18-30 September, langen suara di RRI dan Art FM selama 2 minggu
dimulai tanggal 18 September, dialog interaktif di Stasiun TV. TVRI
lensa Papua pada hari kamis 20 September, pembagian leaflet pada
sejumlah titik di Abepura pagi hari tanggal 21 September, dan ditutup
dengan acara puncak panggung hiburan rakyat di Taman Imbi pada malam
hari tanggal 21 September. ( berita
selengkapnya
)
|
Panggung
hiburan rakyat
|
|
Pelatihan
Investigasi HAM di
Kwiyawage: 22-28 Agustus 2007
Jayapura, 30 Agustus 2007. Tim
SKP Jayapura kembali turun ke Distrik Kwiyawage selama 6 (enam hari)
guna mengadakan pelatihan Investigasi HAM di wilayah tersebut. Kegiatan
dipusatkan di Kampung Mume. Kegiatan ini merupakan tindak lanjut
pendampingan masyarakat sejak 2004 dengan pengerahan bantuan bahan
makanan untuk pengungsi tahun 2004 bekerjasama dengan Persekutuan
Gereja-gereja di Papua (PGGP), pengadaan bibit kentang tahun 2005
bekerja sama dengan UNIPA Manokwari, pengobatan massal tahun 2006
bekerjasama dengan RS. Dian Harapan, Pelatihan bidan bersalin pada
bulan Februari 2007. ( laporan
selengkapnya
)
|
Paitua
Kwiyawage
|
|
Otsus
dipercepat!
Jayapura, 15 Juli 2007.
Setelah dipergunjingkan beberapa bulan lalu, akhirnya secara publik
Inpres No. 5/2007 tentang Percepatan Pembangunan Provinsi Papua dan
Papua Barat beredar di publik. Inpres ini secara resmi dikeluarkan oleh
Presiden Susilo Bambang Yudhoyono pada tgl. 16 Mei 2007 yang lalu.
Dalam Inpres ini Presiden menginstruksikan 11 menteri, 2 gubernur, dan
semua bupati di Tanah Papua untuk [1] memantapkan ketahanan pangan dan
pengurangan kemiskinan, [2] meningkatkan kualitas penyelenggaraan
pendidikan, [3] meningkatkan kualitas layanan kesehatan, [4]
meningkatkan infrastruktur dasar guna meningkatkan aksesibilitas di
wilayah terpencil, pedalaman dan perbatasan negara, dan [5] perlakuan
khusus bagi pengembangan sumber daya manusia putra-putri asli Papua. ( teks selengkapnya)
|
|
|
DAP dan PDP
diinterogasi Polda
Jayapura, 15 Juli 2007.
Jayapura, 15 Juli 2007. Di tengah gencarnya sorotan atas pembentangan
bendera Bintang Kejora saat pembukaan Konferensi II Dewan Adat Papua
(KDAP) tgl. 9 Juli lalu, Polda Papua akhirnya melayangkan surat
pemanggilan No. Pol: Pgl/668/VII/2007/Dit Reskrim kepada panitia
penyelenggara KDAP. 11 orang dipanggil sebagai saksi dalam perkara
kejahatan terhadap keamanan negara. ( berita
selengkapnya
)
|
Forkorus
Yaboisembut
|
|
Hina Jilani ke
Papua: babak baru
penegakan HAM
Jayapura, 8 Juni 2007. Wakil
Khusus Sekjen PBB Urusan Pembela HAM,
Ibu Hila Jilani, tiba di Jayapura hari ini dalam kunjungan ke Indonesia
selama 5-13 Juni 2007 setelah tiga tahun meminta izin kepada Pemerintah
Indonesia. Kedatangan di Bandara Sentani disambut dengan aksi dukungan
dari kalangan mahasiswa Papua yang membentangkan poster-poster yang
menegaskan perlunya penanganan masalah pelanggaran HAM. Aksi dukungan
juga dilakukan oleh Asosiasi Mahasiswa Pegunungan Tengah di depan Hotel
Swiss-Bell tempat dia menginap dan oleh kalangan mahasiswa lainnya di
Taman Imbi. ( berita
selengkapnya )
|
Hina
Jilani |
|
"Untuk Siapa
Anda Berjalan?"
Timika, 3 Februari 2007.
Demikianlah pertanyaan penuntun yang dilontarkan oleh Mgr. John Saklil
Pr, Uskup Timika dalam rekoleksi sehari guna mengawali Evaluasi dan
Rapat Kerja tahunan SKP se-Papua Kelima di Timika. Kegiatan ini
sedianya di Agats, Asmat, tetapi kesulitan pesawat memaksa perhelatan
SKP se-Papua dipindahkan ke Timika dengan SKP Agats tetap sebagai
penyelenggara dibantu oleh SKP Timika. Dalam refleksinya Uskup John
mengajak SKP kelima Keuskupan melihat kembali untuk siapa SKP
menjalankan karya-karyanya, terutama dalam menghadapi adanya
kontradiksi budaya bangsa baik di tingkat Nasional maupun di tingkat
lokal Papua dewasa ini. Refleksi ini semakin merasuk dalam setiap
pribadi yang hadir, dengan permenungan dari kitab Yehezkiel 37 : 1 -14
dan kisah Yesus dalam Injil Lukas 19 : 28-40. ( berita selengkapnya
)
|
Berjalan
dalam keseimbangan |
|
Mulia: bencana
kemanusiaan
Jayapura, 29 Januari 2007. Pasca
kunjungan Tim Pastoral Persekutuan Gereja-gereja di Papua (PGGP) ke
Mulia yang dipimpin oleh Pdt. Lipiyus Biniluk, diluncurkanlah laporan
yang menjelaskan krisis kemanusiaan di Mulia, Puncak Jaya. PGGP
menemukan sekurang-kurangnya 2.187 orang mengungsi ke Yamo dan 5.137
orang mengalami bencana kelaparan karena kekurangan cadangan pangan.
Sementara itu sudah empat orang mati karena kelaparan. Berdasarkan
temuan ini, PGGP mendesak semua pihak untuk:
- Pemerintah
Provinsi Papua segera turun tangan membantu Pemkab Puncak Jaya dalam
mengatasi keadaan darurat di Distrik Yamo dengan memberikan bantuan
darurat kemanusiaan;
- Pihak TPN/OPM,
TNI, dan Polri memberikan jaminan keamanan bagi dropping bama dan tim
medis manapun agar penduduk yang mengungsi dapat dibantu secara
manusiawi;
- Penarikan
pasukan TNI non-reguler, satuan intelijen, dan Brimob dari Puncak Jaya
agar suasana keamanan dan kenyamanan dapat segera dipulihkan;
- Komnas HAM Papua
segera melakukan penyelidikan guna mengungkap apa yang menjadi
penggerak rangkaian kekerasan yang telah memakan korban jiwa dan harta
benda;
- Semua pihak
segera menghentikan politisasi yang mengorbankan rakyat Puncak Jaya.
( laporan
lengkap ) |
Pdt.
Lipiyus Biniluk
|
|
Rapat Kerja
Evaluasi SKP
Jayapura, 17 Desember 2006.
Seiring dengan berakhirnya tahun kerja 2006, Sekretariat Keadilan dan
Perdamaian (SKP) Keuskupan Jayapura menggelar Evaluasi dan Rapat Kerja
(Raker) Tahunan 2006. Kegiatan ini berlangsung selama 6 hari, sejak
tanggal 17-21 Desember bertempat di sanggar Semadi Santa Clara Sentani.
Evaluasi dan Raker ini terdiri dari beberapa kegiatan, yaitu evaluasi
pelaksanaan program tahun 2006 yang diuraikan per divisi yaitu Divisi
Advokasi, Divisi Publikasi dan Dokumentasi, Divisi Membangun Budaya
Damai, Divisi Ekologi, Divisi Administrasi dan Keuangan. Evaluasi
dilakukan dengan melihat kembali program kerja per divisi dan melihat
gagal dan suksesnya serta faktor-faktor yang mempengaruhinya. Rapat
Kerja juga diisi dengan membahas rencana kerja SKP tahun 2007 dengan
mengacu pada hasil evaluasi pelaksanaan program tahun 2006. ( berita selengkapnya
)
|
Raker
SKP |
|
Sehat itu Sa
pu Hak
Wamena, 11 Desember 2006. Pada
tanggal 11-13 Desember 2006, Sekretariat Keadilan dan Perdamaian (SKP)
Jayapura menggelar seminar dan lokakarya hasil penelitian Sistem
Pelayanan Kesehatan di Kabupaten Jayawijaya. Seminar yang bertema
"Sehat itu Sa Pu Hak" ini berlangsung di Sanggar Pelatihan Bethesda
Wamena. Seminar ini dilaksanakan untuk mempresentasikan hasil
penelitian yang dilakukan oleh SKP bekerjasama dengan INSIST
Yogyakarta/ YPRI Yogyakarta dan INNINAWA Makassar. Seminar dan
lokakarya ini dibuka oleh Sekretaris Daerah Kabupaten Jayawijaya, Drs.
Chris Wopari mewakili Bupati Jayawijaya. Hasil penelitian ini
dipresentasikan dalam seminar oleh dr. Ririn Habsari, salah satu
anggota tim peneliti dari YPRI, di depan para pejabat pemerintah
setempat, tokoh agama, tokoh masyarakat, Kepala Distrik dan tenaga
medis dari 8 distrik di yang menjadi wilayah penelitian. Kesempatan ini
juga dihadiri oleh para tenaga peneliti yang direkrut dari tenaga
setempat. ( berita
selengkapnya )
|
Pelayanan
Posyandu Tiom
|
|
Perhatikan
Mama-mama, Selamatkan Generasi Bangsa
Jayapura, 25 November 2006. Sekretariat Keadilan dan Perdamaian
(SKP) Keuskupan Jayapura menyelenggarakan seminar hasil penelitian
mengenai kondisi sehari-hari Mama-mama Papua penjual sayuran di Kota
Jayapura. Seminar ini bertepatan dengan peringatan Hari Anti Kekerasan
Terhadap Perempuan (HAKTP) tanggal 25 November 2006. Dengan mengangkat
tema "Perhatikan Mama-mama, Selamatkan Generasi Bangsa", seminar yang
berlangsung di gedung Dewan Kesenian Tanah Papua ini dihadiri oleh
kalangan LSM, gereja, tokoh masyarakat dan sekitar 200-an mama-mama
penjual sayuran, yang tersebar di kota Jayapura. Hadir sebagai
penanggap dalam seminar ini Walikota Jayapura, Drs. MR. Kambu MSc,
sebagai penanggap utama, Ibu Selfiana Sanggenafa, SH (Direktris LP3AP),
Albert Rumbekwan, SH (Ketua KOMNAS HAM perwakilan Papua) dan Bpk.
Sharlly Parangan (Divisi Bisnis Bank Papua). Bertindak selaku moderator
Cunding Levi, seorang wartawan media lokal dan nasional. Laporan hasil
penelitian disajikan oleh Ibu Dominggas Nari dan Karel Boma mewakili
tim peneliti. (berita selengkapnya)
|
Walikota Jayapura, M.R. Kambu |
|
Para Terpidana
Kasus Abepura sedang sakit
Jayapura, 19 Oktober 2006. Ketua Komda HAM Papua, Albert
Rumbekwan SH, menyatakan 23 orang terpidana dalam kasus Abepura 16
Maret 2006 terbukti sakit. Pernyataan ini disampaikan kepada publik
saat pihaknya mengadakan verifikasi pengaduan keluarga terpidana dan
PGGP mengenai kondisi dengan mengunjungi mereka di LP Abepura, Kamis 19
Oktober 2006. ( berita selengkapnya )
|
Echo Berotabui dkk. |
|
PGGP dan
Keluarga Korban Abepura mengadu ke Komnas HAM Jakarta
Jakarta, 5 Oktober 2006. Tidak puas dengan pengaduan ke Komda HAM
Papua, PGGP dan keluarga korban menindaklanjutinya dengan mengadu ke
Komnas HAM di Jakarta. Keluarga korban yang diwakili oleh Ny. Emi
Berotabui dan Sula Buiney mengajukan tiga tuntutan: pertama,
pembentukan KPP HAM untuk Abepura; kedua, pemeriksaan kondisi kesehatan
para tahanan di LP Abepura yang kondisinya makin kritis; dan ketiga,
jaminan keselamatan untuk keluarga, pendamping, dan pekerja HAM di
Jayapura. ( berita selengkapnya )
|
Ibu Emi Berotabui |
|
PGGP: Bentuk
KPP HAM untuk kasus Abepura 16 Maret 2006!
Jayapura, 28 September 2006. Persekutuan Gereja-gereja di Papua
(PGGP) meminta pembentukan KPP HAM untuk Abepura 16 Maret 2006.
Tuntutan ini disampaikan saat PGGP menyerahkan satu berkas laporan investigasi kasus bentrok di
Abepura, 16 Maret 2006 kepada Komisi Nasional Hak Asasi Manusia di
Papua. Delegasi PGGP yang dipimpin oleh Ketua Umumnya, Uskup Leo L.
Ladjar OFM, diterima langsung oleh Ketua Komda HAM Papua, Bpk. Albert
Rumbekwan SH. ( berita selengkapnya )
|
Korban penyiksaan Abepura |
|
Analisis
Triwulan Papua
Jayapura, 19 Juni 2006. Sesuai dengan visinya untuk memberikan
informasi yang tepat dan aktual kepada khalayak ramai, SKP Jayapura
kembali menerbitkan Seri Papua Aktual No. 5 yang merangkum situasi HAM
di Papua selama Januari - Maret 2006. Tulisan ini merangkum berbagai
kejadian penting di Tanah Papua baik di bidang hak- hak sipil dan
politik maupun hak-hak ekonomi, sosial, dan budaya. ( laporan selengkapnya )
|
|
|
SKP dan FI ke
Pelapor Khusus PBB
Jayapura, 17 Maret 2006. SKP Jayapura dan FI melaporkan perkara
Abepura 16 Maret 2006 kepada Pelapor Khusus PBB tentang Penyiksaan, Prof.
Manfred Nowak, atas bahaya penyiksaan yang dapat menimpa 73 orang
yang ditahan dan tengah diinterogasi di Polresta Jayapura tanpa
pendampingan pengacara. Sejauh ini Polisi baru mengumumkan 12 orang
sebagai tersangka dalam bentrokan yang terjadi tiga hari lalu, yakni
Elkana Lokobal (pria, 21), Patrisius Aronggear (pria, 30), Ellyas
Tamaka (pria, 21), Othen Dapyal (pria, 22), Luis Gedi (pria, 26),
Fenius Waker (pria, 21), Feri Pakage (pria, 21), Selpius Bobii (pria,
26), Alex C. Wayangku (pria, 22), Fernando P (pria, 22), Moses Lokobal
(pria, 34), Markus Kayame (pria, 47). ( berita
selengkapnya )
|
Selpius
Bobii |
|
Pemerintah
Pusat perlu segera berdialog dengan rakyat Papua
Jayapura, 17 Maret 2006. Pemimpin Agama yang diwakili oleh Mgr.
Leo L. Ladjar OFM, Uskup Jayapura, meminta pemerintah untuk
mengendalikan kelakuan Brimob yang memblokir jalan dan melakukan
operasi penyisiran ke asrama-asrama mahasiswa di sekitar Abepura tanpa
kendali. Tindakan ini mendatangkan ketakutan bagi para mahasiswa dan
penduduk di wilayah tersebut dan bahkan telah memakan korban. Uskup
juga meminta pemerintah untuk segera mengadakan dialog dengan rakyat
Papua karena menilai bahwa bentrokan ini bukan hanya soal PT Freeport
tetapi merupakan luapan dari tumpukan masalah yang tidak pernah
diselesaikan. ( berita selengkapnya )
|
Uskup Leo L.
Ladjar OFM
|
|
Serah
terima direktur SKP Jayapura
Jayapura, 28 Desember 2004.
Seiring dengan regenerasi kepemimpinan di SKP Keuskupan Jayapura,
jabatan direktur diserahterimakan dari Br. Theo van den Broek ofm
kepada Br. Budi Hernawan ofm. Serah terima ini diresmikan oleh Uskup
Jayapura, Mgr. Leo Laba Ladjar ofm, dan pimpinan fransiskan di Papua,
P. Nico Syukur Dister ofm, dengan disaksikan oleh sejumlah rekan kerja
LSM serta para pemimpin agama di Jayapura. ( berita selengkapnya
)
|
Serah Terima
|
|

|